Rabu, 29 Oktober 2008

Hadapi Krisis dengan SMILE

Kita semua tentu tahu bahwa saat ini negara super power Amerika sedang dalam masalah / krisis keuangan. Menurut surat kabar KOMPAS penyebab dari krisis ekonomi AS adalah penumpukan hutang nasional yang mencapai 8.98 triliun USD, pengurangan pajak korporasi, pembengkakan biaya perang irak dan afghanistan, dan yang paling krusial adalah Subprime Mortgage: Kerugian surat berharga property sehingga membangkrutkan Lehman Brothers, Merryl Lynch, Goldman Sachs, Northern Rock,UBS, Mitsubishi UF.

Dan untuk mengatasi krisis keuangan kali ini Pemerintah Amerika Serikat melakukan penyelamatan terbesar sejak krisis 1929 berupa pemberian dana talangan atau bantuan likuiditas kepada industri keuangannya yang bermasalah sebesar USD700 miliar atau setara dengan Rp6.500 triliun. Bantuan dana talangan ini diputuskan melalui perdebatan panjang selama dua pekan, melibatkan para anggota Kongres dan kantor kepresidenan.

Setelah keputusan tersebut diambil, banyak para ahli ekonomi dunia yang memberikan komentar baik yang bersifat mendukung hal tersebut maupun banyak pula yang menganggap bahwa dana talangan yang diberikan adalah sebuah hal yang sia-sia.

Satu pertanyaan yang perlu kita pelajari dari hal tersebut adalah apakah keputusan presiden Amerika yang di dukung anggota kongres untuk pemberian dana talangan itu merupakan hal yang benar dan dapat mengatasi krisis keuangan yang terjadi? Tentu saja sampai saat ini kita belum tahu jawaban dari pertanyaan tersebut.

Tetapi ada suatu hal yang menarik di balik peristiwa krisis ini. Kata ‘krisis’ ternyata berasal dari kata Yunani kriðnw (baca :Krino) yang berarti mengambil satu dari dua kemungkinan yang ada. Krisis berarti keputusan, dalam keadaan krisis manusia memang dipaksa mengambil keputusan dari setiap langkahnya. Maju, mundur, menerima, menolak.

Hal ini yang terjadi dengan bangsa Amerika, di saat negara mereka mengalami krisis, para pemimpin bangsa Amerika dituntut untuk mengambil sebuah keputusan penting guna menyelamatkan kondisi perekonomian negara. Mereka tidak bisa hanya berdiam diri melihat keadaan yang memburuk, melainkan dalam keadaan yang sulit sebuah keputusan penting harus diambil.

Kini krisis yang dialami oleh Amerika Serikat telah berpengaruh terhadap banyak negara lain di dunia, termasuk Indonesia. Yang pada akhirnya berdampak pula terhadap kita warga negara yang tinggal di Indonesia. Fenomena ini dapat kita lihat dalam beberapa hari ini dimana harga dollar relatif tidak stabil dan terus mengalami kenaikan.

Dalam keadaan krisis seperti ini maka kehidupan yang kita jalanipun cenderung akan semakin sulit. Coba kita lihat omset penjualan perusahaan saat ini dibanding dengan penjualan bulan lalu jelas terlihat sebuah penurunan volume penjualan. Bagi seorang tenaga penjualan penurunan omset akan berdampak terhadap penurunan komisi yang di terima. Sedangkan bagi perusahaan bila penurunan omset terus terjadi maka bukan tidak mungkin akan terjadi rasionalisasi / pengurangan jumlah karyawan.

Dalam kondisi seperti ini kita tidak bisa hanya duduk diam melihat kondisi krisis ini terjadi dalam kehidupan kita. Sesuai dengan makna dari kata Yunani kriðnw maka yang harus kita lakukan saat ini adalah kita harus mengambil sebuah keputusan. Walaupun saat ini kondisi dunia dan juga Indonesia sedang di landa krisis, paling tidak kita masih bisa dapat bertahan dan melewati keadaan ini.

Berikut adalah metode SMILE yang dapat menolong kita untuk mengambil keputusan yang tepat di saat krisis.


  1. Spiritualitas

Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan kepada KeTuhanan yang maha esa. Ini berarti bahwa kita percaya akan adanya Tuhan, dan meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini diatur oleh Tuhan. Keyakinan ini akan membuat kita lebih tenang dalam menghadapi krisis. Hal ini juga dapat mengingatkan kita untuk kembali berdoa kepada Tuhan, kalau selama ini mungkin kita terlalu sibuk dan lupa untuk berdoa. Pada masa krisis biasanya pengunjung rumah ibadah akan lebih meningkat.

  1. Melihat dari sisi positif

Dalam kondisi krisis biasanya banyak pengamat ekonomi dadakan yang mencoba memberikan analisa ekonomi, padahal apa yang mereka ketahui sangatlah tebatas. Coba kita perhatikan berapa banyak email yang kita terima akhir-akhir ini mengenai krisis dan membuat kita bertambah takut. Dalam segala kondisi selalu ada hal positif yang kita petik, janganlah selalu melihat keadaan ini dari sisi negatif. Ketika krisis terjadi tahun 1998 toko buku Gramedia mengalami peningkatan omset yang luar biasa di bandingkan tahun sebelum krisis terjadi.

  1. Irit

Krisis adalah saat yang tepat untuk kita memulai pola hidup sederhana. Irit bukan berarti pelit, tetapi bijaksana dalam mengelola keuangan. Dalam kondisi seperti ini ada baiknya kita mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan tidak mendesak.

  1. Lebih Keras

Bila selama ini kita sudah merasa nyaman dengan usaha yang kita lakukan, hal ini tidak dapat kita lakukan dalam kondisi krisis. Kondisi krisis menuntut kita untuk bekerja lebih keras dan cerdas. Karena pasar cenderung lebih sepi, untuk mendapatkan hasil yang lebih maka kita juga harus bekerja dengan lebih pula.

  1. Enjoy

Menurut sebuah survey pada saat krisis tingkat orang yang mengalami stress akan meningkat. Untuk menghindari hal ini terjadi maka kita harus bisa mengantisipasinya sesuai dengan filosofi ” Do the best, the rest is God” Lakukan yang terbaik, dan mengenai hasilnya serahkan kepada Tuhan. Hal ini akan membuat kita tetap dapat bersuka cita dalam berbagai kondisi apapun.

Pada akhirnya kita memang tidak dapat menahan lajunya krisis yang terjadi di dunia saat ini, tetapi kita dapat menahan krisis itu tidak terjadi dalam hidup kita mulai dengan menghadapinya dengan SMILE.

Selasa, 30 September 2008

Obama's Prayer

The handwriting, the paper notes, appears to be Obama’s.The note says:

Lord,
Protect my family and me. Forgive me my sins and help me guard against pride and despair.Give me the wisdom to do what is right and just.
And make me an instrument of your will

Minggu, 24 Agustus 2008

Usain Bolt

Sejarah besar menandai ulang tahun ke-22 Usain Bolt, Kamis (21/8) ini.
'Penghancur' asal Jamaika itu jadi manusia pertama di jagat raya yang mampu mengukir rekor dunia di dua nomor sprint 100 dan 200 meter sekaligus.

Bolt membeberkan beberapa faktor penentu suksesnya.
”Berlomba tanpa merasa tertekan.”

”Berlari itu nikmat. Anda harus menikmati apa yang Anda lakukan,” papar Bolt.

”Saya nikmati dan saya sukai. Kadang-kadang Anda berpikir untuk berhenti latihan karena memang berat. Tetapi, sukses akan bertambah hebat jika Anda bekerja keras.”

Senin, 11 Agustus 2008

Everyone is Number one (English Translated)


My way is not your way
My plight is not your plight
Everyone has the potential and capacity
Achieve and to conquer everything.

My tears is not your tears
My pain is not your pain
Like the glorious sky, incessantly honor and glory
Have the same moving

No need to worry about your disability
Just needed to calm and steady so could move ahead
Told to my own self, I have to be useful

**
Everyone is No. 1
As long as you never care about can or can't
Exchange your life with one breath
No need to wait to see the future

Everyone is No. 1
Achieving success, do you in or not?
With your true burning sweat and full heart...
The first belongs to everyone

My hand is not your hand
My mouth is not your mouth
As long as being one mind,
Wind and rainstorms have become good friends

No need to worry about your disability
Just needed to calm and steady so could move ahead
Told to my own self, I have to be useful

No need to afraid, however cold is the journey…
Consider there is warm furthermore... I just can...
Strive and keep running...

Jumat, 01 Agustus 2008

Samantha Gracia Budiman

Selamat datang di dunia,Anak mama papa yang tersayang Samantha Gracia Budiman.Kamu telah datang di dunia ini hari Kamis, 31 Juli 2008 pada pukul 15.12 Wib. Dengan berat 3150 gram dan panjang 50 cm. Semoga kelak kamu menjadi seorang pendengar Firman Tuhan dan melaksanakannya dalam seluruh kehidupanmu.

Kemarin,1 Agustus kamu sudah di pasangi anting-anting supaya tambah cantik.

Kami yang berbahagia Papa - Dedy Budiman, Mama - Susanti dan koko - Darren Nathanael Budiman.

Minggu, 06 Juli 2008

Anda seorang Pahlawan!

Bila kita bicara tentang perjuangan, maka yang terlintas dalam pikiran kita adalah profil seorang pahlawan. Karena pahlawan identik dengan perjuangan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikatakan bahwa pahlawan adalah orang yang pemberani dalam mengorbankan jiwa dan raga untuk membela kebenaran; pejuang yang gagah berani.

Negara kita Indonesia mempunyai banyak sekali pahlawan yang telah berjuang untuk mempertahankan negara dan memperjuangkan kebenaran. Salah satu tokoh pahlawan yang kita kenal adalah pahlawan Jenderal Sudirman yang patungnya sekarang ini berdiri kokoh di jalan utama Jenderal Sudirman Jakarta. Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda.

Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Bahkan ketika Agresi Militer II Belanda, ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Seorang figur pejuang yang tidak mudah menyerah bahkan rasa sakitpun tak mampu menghalanginya.

Hingga akhirnya ia meninggal pada tanggal 29 Januari 1950 di usia yang masih relatif muda, 34 tahun karena kuman tuberkulosis yang semakin menggerogoti paru-parunya selama ia berbulan-bulan masuk keluar hutan.

Sebuah harga yang begitu mahal untuk sebuah perjuangan mendapatkan kemerdekaan. Perjuangan yang menuntut pengorbanan yang tidak ringan dan daya tahan yang tinggi.

Sesuai dengan definisi yang tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Perjuangan : kb.perkelahian (merebut sesuatu); peperangan; usaha yg penuh dengan kesukaran dan bahaya.

Dari definisi di atas kita bisa melihat bahwa untuk sebuah perjuangan ada suatu usaha yang harus di lakukan yang terkadang membawa kita berhadapan dengan kesukaran dan bahaya. Namun apakah sebuah perjuangan hanya dapat di lakukan oleh seorang pahlawan seperti Jenderal Sudirman atau pahlawan-pahlawan lainnya?

Dalam sebuah esai yang ditulis di majalah mingguan Time edisi 10 Oktober 2005 bertajuk The Making of A Hero, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbicara panjang lebar tentang sosok pahlawan. Menurutnya, setiap masyarakat membutuhkan pahlawan, dan masyarakat itu sendiri sesungguhnya mempunyai pahlawan.

Salah satu yang di contohkan adalah seorang wanita bernama Butet Manurung yang tergerak pada perjuangan hidup suku orang rimba, lalu ia mengabdikan diri di pedalaman Jambi. Di tempat itu Butet mengenalkan cara membaca, menulis, hingga berbahasa Indonesia kepada anak-anak suku orang rimba.

Jadi, siapa pun sebenarnya dapat tampil sebagai sosok pahlawan. Tergantung konteksnya: dalam lingkup apa, dalam hal apa, serta untuk siapa.

Pahlawan yang dimaksud atau dimaui Presiden SBY dalam esainya tadi tampak dalam konteks negara dan kebangsaan. Definisi pahlawan yang dirumuskannya, sebagaimana kuotasi/kutipan di bawah ini, menunjukkan kemauannya yang seperti itu."Heroes are selfless peoples who perform extraordinary acts. The mark of heroes is not necessarily the result of their action, but what they are willing to do for other and for their chosen cause. Even if they fail, their determination lives on for others to follow. Their glory lies not in the achievement, but in the sacrifice." (Susilo Bambang Yudhoyono, Time, 10 Oktober 2005, hal 58).

Kalau diterjemahkan bebas kuotasi tersebut bermakna: Pahlawan adalah orang (biasa) yang tidak egois dan berbuat sesuatu yang luar biasa. Penghormatan kepada pahlawan tidak harus selalu dilihat hasilnya. Bahkan jika gagal sekalipun, kemauan kerasnya untuk berbuat sesuatu untuk orang lain akan terus dikenang. Jadi, kebesaran seorang pahlawan tidak diukur dari hasil yang dicapai, melainkan kesediaannya berkorban untuk sesamanya.

Dengan demikian secara implisit bapak presiden kita menyatakan bahwa anda dan saya juga bisa menjadi seorang pahlawan bagi negara kita. Asalkan kita mau berkarya, berjuang untuk memberikan kontribusi berupa sebuah karya yang berguna untuk orang lain.

Prosesnya terkadang bisa dimulai dengan sebuah idealisme. Secara mudah idealisme dapat diartikan sebagai cita-cita yang ingin dicapai oleh seseorang atau kelompok orang. Idealisme bukan sembarang cita-cita, namun cita-cita yang tinggi dan luhur, suatu nilai kebenaran dan harga diri, serta hasrat untuk mencapai hasil yang istimewa. Pada dasarnya setiap orang mempunyai idealisme, dan merupakan salah satu hal penting dalam hidup seseorang. Dengan idealisme orang dapat melakukan hal yang luar biasa, bertahan pada suatu prinsip yang diyakini bahkan rela hidup menderita demi mempertahankan pandangan dan kehormatan.

Coba luangkan waktu sejenak untuk memikirkan apa idealisme yang anda miliki dalam hidup anda? Apa yang ingin anda kerjakan dan berikan untuk kehidupan ini? Bicara mengenai idealisme maka akan ada begitu banyak hal yang terlintas dalam kepala dan ingin anda lakukan. Tetapi dalam kenyataannya jarang sekali kita menindaklanjuti impian kita tersebut. Karena banyak kali idealisme kita terhalang oleh realita yang ada.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan realita? Realita adalah sesuatu yang kita lihat, fakta yang natural dan ilmiah. Contoh: hukum, prinsip dan formula. Realita sangat berdasar kepada sesuatu yang dapat kita lihat bukan berdasar pada apa yang tidak kita lihat. Benda-benda seperti pakaian, TV, komputer, mobil, rumah, uang, toko, bengkel dan lain-lain adalah hal-hal yang kelihatan. Sedangkan idealisme adalah sesuatu yang belum kelihatan, masih berupa sesuatu yang berada di pikiran kita dan ingin kita capai atau lakukan.

Kebanyakan orang hanya memikirkan area fisik atau sesuatu yang kelihatan dan mengabaikan atau tidak berani berfikir tentang yang belum / tidak kelihatan. Padahal yang kelihatan itu sifatnya hanya sementara, realita tidaklah kekal dan bisa berubah.

Ada sebuah ilustrasi yang menggambarkan bahwa realita itu tidaklah tetap.

Wright bersaudara tinggal dimasa manusia saat itu belum mengenal pesawat terbang. Manusia saat itu percaya realita bahwa manusia tidak bisa terbang. Tetapi dua orang bersaudara ini mempunyai suatu idealisme bahwa pada pemikirannya manusia bisa terbang. Dan sejarah mencatat bahwa mereka telah menemukan alat baru untuk membantu manusia bisa melakukan transportasi melalui jalur udara.

Dari hal ini jelas sekali kita melihat bahwa setiap perjuangan yang ingin kita lakukan dalam banyak hal akan menemui banyak kendala, tantangan, sebuah keadaan dimana idealisme dan realita saling bertentangan. Tetapi dalam banyak kasus kita juga melihat bahwa segala permasalahan yang dihadapi tersebut adalah sebuah proses pemurnian untuk mencapai impian.

Karena perjuangan yang kita lakukan melewati segala proses yang berliku dan medan yang tidak ringan itu pada akhirnya akan memberikan sebuah hasil yang dapat dinikmati oleh banyak orang. Untuk itu sudah saatnya bagi kita agar tidak segera menguburkan idealisme yang selama ini telah kita miliki. Mari hadapi segala tantangan, bukan dengan tangisan ataupun keluhan tapi dengan kekuatan dan daya tahan yang pada akhirnya membuat kita layak di sebut sebagai seorang Pahlawan.

”Bukanlah sebuah rahasia, bila setiap kita adalah seorang pahlawan. Hanya terkadang kita tidak menyadari akan hal tersebut. Lakukanlah apa yang mau anda kerjakan, berikan yang terbaik dan anda telah menjadi seorang pahlawan.”

Senin, 23 Juni 2008

A Father Prayer by General Douglas MacArthur


Build me a son, O Lord, who will be strong enough to know when he is weak, and brave enough to face himself when he is afraid; one who will be proud and unbending in honest defeat, and humble and gentle in victory.

Build me a son whose wishbone will not be where his backbone should be; a son who will know Thee ?and that to know himself is the foundation stone of knowledge.

Lead him I pray, not in the path of ease and comfort, but under the stress and spur of difficulties and challenge. Here let him learn to stand up in the storm; here let him learn compassion for those who fail.

Build me a son whose heart will be clear, whose goal will be high; a son who will master himself before he seeks to master other men; one who will learn to laugh, yet never forget how to weep; one who will reach into the future, yet never forget the past.

And after all these things are his, add, I pray, enough of a sense of humor, so that he may always be serious, yet never take himself too seriously. Give him humility, so that he may always remember the simplicity of true greatness, the open mind of true wisdom, the meekness of true strength.

Then, I, his father, will dare to whisper, have not lived in vain.

Tuhanku ...
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang cukup kuat untuk mengetahui,
manakala ia lemah.
Dan cukup berani menghadapi dirinya sendiri, manakala dia takut.
Manusia yang bangga dan teguh dalam kekalahan, jujur dan rendah hati
serta berbudi halus dalam kemenangan.
Bentuklah puteraku menjadi manusia yang hasrat-hasratnya tidak
menggantikan yang mati, putera yang selalu mengetahui Engkau, dan insyaf
bahwa mengenal dirinya sendiri adalah landasan pengetahuan.
Tuhanku ...
Aku mohon agar puteraku jangan dibimbing dijalan yang mudah dan lunak,
tetapi dibawah tekanan dan desakan kesulitan dan tantangan. Didiklah
puteraku supaya teguh berdiri diatas badai serta berbelas kasihan
terhadap mereka yang gagal.
Bentuklah puteraku supaya menjadi manusia yang berhati jernih, yang
cita-citanya tinggi. Putera yang sanggup memimpin dirinya sendiri
sebelum berhasrat memimpin orang lain.
Putera yang menjangkau hari depan namun tidak pernah melupakan masa
lampau.
Dan setelah itu menjadi miliknya, aku mohon agar puteraku juga diberi
perasaan jenaka, agar dia dapat serius tanpa dirinya terlampau serius.
Berilah dia juga kerendahan hati agar dia dapat selalu ingat pada
kesederhanaan dan keagungan asli, pada sumber kearifan dan pada
kelembutan juga pada kekuatan asli.
Dengan demikian maka, aku ayahnya, akan memberanikan diri dan berbisik :
"Hidupku tidak sia-sia".

Sabtu, 21 Juni 2008

Lompatan Ikan

Bagi para pemelihara dan pencinta ikan ada resiko yang harus diperhatikan ketika hendak memeliharanya, khususnya bila ikan tersebut di taruh di akuarium ataupun kolam yang rendah. Apalagi di atasnya tidak di letakkan penutup tambahan. Hal ini perlu menjadi perhatian karena terkadang ikan yang kita pelihara tersebut dapat melompat. Dan kita sudah tahu apa akibat yang terjadi terhadap ikan tersebut apabila ia melompat dari kolam ataupun akuarium. Kemungkinan besar ia akan jatuh di tempat yang kering dan akan segera mati. Hanyalah keberuntungan semata kalau ikan tersebut bisa tetap hidup, bila ia jatuh ke kolam sebelah atau ketika ia jatuh langsung dilihat oleh sang pemilik dan segera di kembalikan ke dalam kolam. Selamatlah ikan tersebut.....

Kalau kita melihat hal ini, tidakkah timbul pertanyaan dalam hati kita. Mengapa ikan tersebut melompat ? Apakah ikan itu melakukan kesalahan dengan tindakan yang dilakukannya? Ini adalah sebuah realita yang banyak terjadi dalam lingkungan kita khususnya di dalam komunitas pemelihara ikan dan sesuatu yang mungkin pernah kita lihat dengan mata kepala sendiri tetapi tidak pernah kita pikirkan. Siapa yang peduli?

Benar sekali, sedikit sekali orang yang peduli. Tapi kali ini kita mau mencoba melihatnya lebih dalam. Karena di balik lompatan ikan ternyata ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Kita harus melihat apakah tindakan sang ikan yang melompat itu adalah tindakan yang benar ataukah salah? Jawabannya keduanya benar, karena kita bisa mengatakan tindakan tersebut salah dan juga dari sisi lain tindakan ikan tersebut bisa di bilang benar.

Salah, karena seperti kita ketahui bahwa tindakan yang di lakukan sang ikan sewaktu melompat, beresiko besar dan dapat menyebabkan tamatnya riwayat dari ikan tersebut. Kalau mau di hitung secara prosentase maka kemungkinan 90% ikan yang melompat akan mati. Bayangkan bila ikan tersebut merupakan ikan arwana yang berharga puluhan juta rupiah. Bukan hanya kematian ikan itu yang menyedihkan, tetapi terbayang di depan mata berapa besar kerugian yang di derita sang pemiik ikan.

Tapi bila kita melihat dari sisi yang lain tindakan tersebut bisa di benarkan. Sepanjang kita mengetahui motivasi dari tindakan sang ikan yang melompat tersebut. Dari analisa singkat dan realita yang ditemui, ada tiga motivasi utama yang menyebabkan sang ikan melompat. Antara lain adalah :

1. Terancam bahaya

Apabila kita menempatkan beberapa ikan dalam sebuah kolam ataupun akuarium yang sama apalagi diantaranya ada ikan yang buas dan suka memakan ikan lain. Bukan tidak mungkin ikan yang tertekan dan terpojok tersebut melompat tinggi dan keluar dari kolamnya. Ada sebuah naluri yang di miliki sang ikan untuk melarikan diri dari keadaaan bahaya yang dialaminya.

2. Tempat yang terlalu penuh

Sewaktu masih duduk di bangku sekolah dasar, salah seorang kakak saya menjual ikan hias. Saking banyaknya koleksi ikan yang di miliki seringkali dalam sebuah kolam di isi melebihi kapasitas daya tampung ikan, yang mengakibatkan kolam penuh sesak sekali dengan ikan yang berenang kesana kemari. Dan terkadang dalam kondisi tersebut ada ikan yang melompat keluar dari tengah himpitan ikan yang berjejalan. Bayangkan ketika kita melihat orang berjejalan untuk mengantri sembako, saling dorong-dorongan dan berdesakan satu sama lain.

3. Tidak jelas

Terkadang ada juga ikan yang hanya hidup sendiri di kolam ataupun akuarium tiba-tiba saja melompat dari tempatnya dan keluar dari kolam. Ada yang mengatakan ikan tersebut stress, ada juga yang mengatakan ikan tersebut masih liar dan berbagai penjelasan lainnya yang menurut saya tidak terlalu jelas. Yang pasti saya sendiri menemuinya di depan mata ketika salah seekor ikan arwana kakak saya yang di peliharanya suatu hari melompat dari akuarium, namun beruntung adik saya melihatnya dan ikan tersebut bisa diselamatkan.

Dari sini kita bisa melihat ada beragam motivasi yang di miliki sang ikan yang melakukan lompatan, lalu apa kaitannya dengan kehidupan kita?

Sebenarnya kisah ikan yang melompat ini bisa kita terjemahkan ke dalam kehidupan kita masing-masing. Coba kita lihat, tidakkah kita juga hidup dalam sebuah komunitas dimana kita tinggal dan dalam sebuah lingkungan dimana kita hidup dan bekerja. Kita hidup bersama dengan seluruh penduduk dunia di dalam sebuah planet bernama bumi, kita masuk dalam komunitas sebuah universitas atau ruang lingkup kelurahan tertentu. Kita mempunyai kesamaan karena menjadi penduduk Jakarta dengan Fauzi Bowo sebagai Gubernurnya. Tidakkah semua itu bisa di kondisikan bahwa kehidupan kita sama seperti ikan dalam sebuah kolam ataupun akuarium yang di batasi oleh ruang tertentu. Sebagai mahluk ciptaan kita tidak bisa hidup diluar ruang. Hanya bedanya kita hidup di darat sedangkan ikan hidup di air.

Akuarium tempat kita hidup bisa di terjemahkan ke bermacam lingkungan dan komunitas di mana kita hidup dan berkarya. Dan lingkungan ataupun komunitas dimana kita hidup tidaklah selalu memberikan dampak yang baik bagi kehidupan kita. Seperti keadaan yang saya alami ketika remaja, saya dilahirkan dari sebuah keluarga besar dengan 10 orang bersaudara dan saya sebagai anak laki-laki ke 9. Dari 10 orang bersaudara tersebut ada 8 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. Jadi saya mempunyai 7 kakak laki-laki yang beragam karakternya. Karena banyaknya anak laki-laki di keluarga kami, maka rumah kami seringkali dipenuhi anak laki-laki dan menjadi tempat nongkrong. Tidak perlu ditanyakan apa yang anak laki-laki muda lakukan saat berkumpul bersama, pokok pembicaraannya tidak lari dari masalah wanita, sex,judi, kekerasan dan narkoba.

Ini adalah sebuah kondisi lingkungan yang sangat tidak sehat, tetapi karena pada saat itu saya masih tidak mengerti dan tidak punya pilihan maka yang terjadi saya sempat terbawa arus lingkungan. Di lingkungan inilah pertama kali saya mengenal minuman keras, rokok, narkoba dan berbagai hal negatif lainnya.

Apa yang saya alami hanyalah contoh kecil dimana lingkungan memberi pengaruh terhadap kehidupan kita. Hal seperti ini bisa kita temui dilingkungan kerja dan kehidupan dalam beragam manifestasi yang berbeda. Kita sering melihat dan mendengar atau bahkan merasakan bagaimana sebagai karyawan yang bekerja dalam lingkungan yang negatif, baik itu pimpinan yang otoriter, semena-mena dan tidak bertanggung jawab ataupun lingkungan kerja yang jorok dipenuhi oleh budaya yang korup, tidak disiplin dan saling menjatuhkan.

Bukankah realita seperti ini banyak kita temui dalam perusahaan-perusahaan tempat di mana kita bekerja? Inilah yang dapat dikatakan bahwa akuarium / kolam yang kita sebut lingkungan atau tempat kita berkarya yang sudah menjadi suatu kondisi yang dapat membahayakan, merusak bahkan membunuh karakter diri. Di sebut demikian karena apabila kita terus tinggal dalam sebuah lingkungan yang kotor dan negatif, maka secara perlahan-lahan secara tidak sadar nilai-nilai tersebut masuk ke dalam diri kita.

Dilain sisi ada beberapa dari kita juga yang hidup dalam sebuah kondisi lingkungan ataupun komunitas yang membuat kita tidak bisa berkembang. Pada dasarnya Tuhan telah memberikan kepada kita talenta yang dapat kita kembangkan. Tapi terkadang talenta tersebut tidak berkembang dengan maksimal karena faktor lingkungan dimana kita berada. Bayangkan hal ini seperti kita menanam pohon mangga pada sebuah pot kecil, maka pohon mangga tersebut tidak akan pernah tumbuh menjadi sebuah pohon besar.

Lingkungan yang kotor bisa membunuh karakter, lingkungan yang tidak mendukung membuat kita tidak bisa bertumbuh secara maksimal. Lalu apa yang harus kita lakukan? Mungkin inilah saatnya bagi anda untuk melakukan sebuah lompatan. Yah.....sebuah lompatan dalam hidup Anda.

Kalau seekor ikan berani melakukan sebuah lompatan,tidakkah kita juga terkadang perlu untuk melakukannya. Tetapi sebaiknya sebelum melompat kita harus benar-benar mempersiapkannya. Seperti kita ketahui melompat itu beresiko,tetapi kalau kita tidak melompat akan jauh beresiko. Bila kita hanya diam dalam sebuah lingkungan dan tidak melakukan sesuatu apapun maka kita hanya mendapatkan sebuah pilihan yaitu mati secara perlahan. Tetapi bila kita melakukan sebuah lompatan setidaknya kita masih memiliki sebuah harapan.

Akhirnya yang mengetahui lebih jelas keadaan diri kita masing-masing adalah diri kita sendiri. Dan pada dasarnya banyak hal dari hidup kita yang haru terus kita kembangkan. Jangan biarkan lingkungan menghalangi kita untuk bertumbuh. Dan terkadang ada sebuah resiko yang harus kita ambil, tetapi kita bisa memiimalisasi resiko dengan sebuah persiapan yang baik.

Selamat melompat, melompat dengan persiapan dan dengan sebuah tujuan untuk menjadi lebih baik,

Salam derap dynamis.

Selasa, 10 Juni 2008

Api Derap Dynamis

Terinspirasi untuk dapat memberikan “api” yang berguna bagi lingkungan, maka saya termotivasi untuk menghasilkan sebuah buku yang saya harapkan dapat berguna dan menginspirasi banyak orang. Seseuai dengan visi Derap Dynamis agar bisa menginspirasi banyak orang.

Melalui blog ini saya mengharapkan dukungan doa dan moril agar api ini bisa menyala tepat pada waktunya dan juga tepat guna bagi sesama.

Berikut adalah konsep dasarnya.

Sekarang ini setelah Rhonda Byrne mengeluarkan buku the secret dan laku keras banyak penulis lain yang mengikutinya dan mencoba menceritakan rahasia – rahasia lainnya. Seolah-olah di dunia ini ada banyak rahasia yang tersembunyi, berharga dan apabila kita tidak mengetahuinya maka kita akan kehilangan kesempatan dan beragam peluang berharga.

Benarkah demikian ? sebenarnya dalam kehidupan yang kita jalani nyatanya banyak hal yang kita sudah tahu bahwa itu bermanfaat dan merupakan peluang berharga tetapi kita tidak mempedulikannya, berarti sebenarnya banyak hal-hal penting yang sudah kita ketahui dan bukanlah merupakan sebuah rahasia.

Atas dasar ini saya akan menuliskan buku dengan judul :

”Bukan Rahasia – Anda sudah mendapatkannya”

Dengan materi di dalamnya yang berisikan 10 cerita yang banyak kita temui dalam kehidupan mengenai :

1. Uang Pelicin

2. Sebuah Perjuangan

3. Kasih daah....

4. Aku Jauh Engkau Dekat

5. Body Building

6. Jangan Khawatir!

7. Nggak bisa sendiri

8. Sebodo Amat!

9. .........

10. .........

Sengaja saya menyisakan 2 buah cerita untuk Anda,orang-orang penting dalam hidup saya. Kiranya anda tergerak untuk memberikan cerita yang bisa saya gunakan dalam buku saya. Yang tentunya juga menginspirasi.

Akhirnya saya berharap buku ini bisa di rilis bulan Agustus 2008, karena bulan agustus adalah bulan yang penting dalam hidup saya. Tanggal 8 Agustus 1994 saya menyatakan cinta pada seorang wanita yang kini menjadi istri saya, dan bulan agustus ini anak ketiga saya akan di lahirkan. Jadi saya berharap buku ini bisa menjadi hadiah untuk orang-orang yang saya kasihi dan juga tentu saja untuk Tuhan Yesus sumber inspirasi saya yang merubah hidup saya dan mengangkat saya yang tidak layak ini.

Membuat Api

 

Dalam berbagai kesempatan sering kali kita mendengar dari berbagai sumber yang menjelaskan bahwa bila kita ingin menghasilkan sesuatu maka kita harus fokus. Dan juga banyak kali ditambahkan dengan ilustrasi tentang kaca pembesar yang bisa membakar kertas, dengan cahaya matahari diarahkan secara fokus melalui kaca pembesar maka kertas akan segera terbakar.

Dengan fokus maka kita akan bisa memberikan api atau hasil yang luar biasa.

Apakah seperti itu realitanya ?

Sabtu lalu saya merenungkan akan hal ini, ternyata apa yang banyak kita dengar selama ini belumlah lengkap. Coba kita perhatikan dengan lebih detail, bagaimana kertas itu bisa terbakar.

Proses terbakarnya kertas bukan hanya karena fokus, tetapi disebabkan oleh 3 poin penting yaitu :

  1. Cahaya Matahari.

Cahaya matahari adalah unsur penting yang dapat menghasilkan api. Apabila cahaya ini digantikan dengan cahaya lain seperti lampu sorot, maka kertas tidak akan terbakar. Cahaya Matahari ini adalah laksana energi atau motivasi dalam diri kita, untuk bisa menghasilkan sesuatu kita harus mempunyai sumber motivasi / energi yang berasal dari dalam diri sendiri. Sekarang ini banyak orang mencari sumber energi dari luar, biasanya hal ini kurang bertahan lama. Sama seperti membandingkan cahaya matahari dengan lampu sorot. Demikian kita harus menjaga agar diri kita mempunyai motivasi yang terus menyala-nyala

  1. Kaca pembesar

Cahaya matahari yang diarahkan kepada media lain selain kaca pembesar tidak akan membuat kertas di bawahnya menyala. Seandainyapun bisa menyala, maka waktu yang dihasilkan tidaklah lebih cepat dengan menggunakan media kaca pembesar. Karena kaca pembesar adalah media yang tepat untuk bisa mengirimkan cahaya yang dapat membakar kertas dengan cepat. Hal ini adalah ibarat lingkungan dimana kita berada, banyak kali orang yang mempunyai motivasi tinggi tapi tidak menghasilkan sesuatu, karena ia tidak berada di lingkungan yang tepat. Sehingga pada akhirnya banyak kita temui orang yang berguguran sebelum mencapai hasil yang diinginkan karena kehabisan energi terlebih dahulu sebelum mencapai hasil. Lingkungan yang tepat adalah media yang dapat membuat kita mencapai hasil dengan lebih cepat.

  1. Arah yang tepat

Ketika kita sudah mempunyai cahaya matahari dan kaca pembesar selanjutnya yang harus kita lakukan adalah memastikan bahwa cahaya matahari diarahkan kearah yang tepat dan terfokus. Di sinilah pentingnya diperlukan fokus untuk menghasilkan api. Geseran dan gerakan tidak perlu yang kita lakukan membuat api yang kita inginkan tidak bisa menyala. Fokus membuat cahaya matahari bekerja maksimal melalui kaca pembesar. Sama halnya dengan kehidupan kita, apabila kita sudah mempunyai motivasi yang besar dan berada di lingkungan yang tepat, kita harus memastikan bahwa kita serius, berkonsentrasi dan fokus untuk mencapai hasil yang kita inginkan.

Akhirnya ketiga hal ini semua saling mendukung yang kemudian memberikan hasil yang kita harapkan yaitu terbakarnya kertas dan menghasilkan api. Segala impian, cita-cita yang kita idamkan bisa kita capai dengan filosofi ini. Selama kita mempunyai semangat yang konsisten, tidak peduli ada awan mendung menghadang. Dan kemauan untuk berkembang dalam lingkungan yang mendukung agar kita bisa bertumbuh dengan maksimal serta konsentrasi penuh,menjadikan apa yang kita harapkan akan menjadi kenyataan.

Sebesar apapun impian anda jangan takut berjuang untuk mencapainya. Dengan peralatan yang tepat maka apapun yang anda impikan hanya menunggu waktu yang tepat dimana anda akan mendapatkannya.

Selamat membuat ”api”

Kamis, 05 Juni 2008

Teruskan Melangkah

 

Sejak kemarin, 4 Juni 2008 hingga hari ini saya mengambil cuti 2 hari. Hal ini saya lakukan karena saya merasa perlu untuk mengambil waktu untuk mengevaluasi diri. Apalagi tanpa saya sadari sudah 7 tahun saya berkerja di perusahaan tempat saya bekerja sekarang ini. Ini adalah moment penting bagi saya untuk memulihkan diri dari kepenatan kerja dan menata ulang serta mengevaluasi apa yang telah saya perbuat dan memikirkan akan impian dalam hidup saya.

Di hari pertama walaupun sudah membenamkan diri dengan membaca dan mencari inspirasi dari 8 buku, tapi saya masih merasa kurang. Ada sesuatu yang belum mengena terhadap diri saya. Tapi saya bersyukur hari ini saya bisa bertemu dan berdiskusi dengan seorang teman dekat saya Hermawan, walaupun dalam waktu yang relatif singkat tapi ada suatu pembelajaran penting yang saya dapatkan.

Yah, terkadang ada begitu banyak hal yang ingin saya kerjakan dan terlalu tinggi sisi idealisme saya. Sebuah pembelajaran penting yang saya dapatkan hari ini adalah saya harus terus melangkah, bila belum mampu bertindak besar, paling tidak saya bisa mulai dengan bertindak kecil. Dan saya yakin dengan memulai hal-hal kecil pada akhirnya akan ada kesempatan bagi saya untuk melakukan hal yang lebih besar.

Lanjutkan melangkah, walaupun seakan ada kabut menghalangi jangan berhenti. Bukankah ada suatu hal indah menanti di balik sana……

Kamis, 17 April 2008

Bartimeus

Sepanjang hidup sudah berapa kali anda menghadapi masalah yang berat ?

Ketika anda menghadapi masalah tersebut apa yang biasanya anda lakukan ?

Ada beberapa orang yang ketika menghadapi masalah mereka mencoba mencari teman yang dapat diandalkan dan berharap teman tersebut mampu memberikan jalan keluar.

Namun terkadang temanpun tidak mampu membantu banyak, sehingga seringkali pada saat itu orang mulai berpaling dan datang kepada Tuhan.

Datang kepada Tuhan memang suatu hal yang mudah, semudah memejamkan mata dan berkata-kata, tetapi realitanya tidaklah semudah itu. Perasaan tidak layak dan berdosa terkadang membuat kita tidak mampu berkata-kata. Siapa kita di hadapan Tuhan? Apakah Dia peduli akan masalah kita?

Dilain pihak kadang ada juga perasaan ragu-ragu di dalam hati. Kita mungkin pernah mendengar akan kuasaNya dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dibuatNya. Tapi........apakah Tuhan mampu menyelesaikan masalah yang kita hadapi?

Ada sebuah kisah dari seorang pengemis buta bernama Bartimeus yang dimana kita dapat mengambil hikmah dari kisah hidupnya.

Pada masa itu Tuhan Yesus banyak melakukan perbuatan-perbuatan ajaib dan mujizat seperti : menyembuhkan orang sakit dan mengusir roh-roh jahat. Semua kejadian itu terdengar ke telinga Bartimeus. Ia adalah seorang pengemis buta yang mengemis di pinggiran kota yerikho.

Walaupun belum pernah bertemu dengan Yesus, tetapi mendengar pembicaraan orang banyak ia menjadi percaya kalau Yesus itu adalah seorang yang mampu menyembuhkan ia dari kebutaannya.

Dan suatu hari Yesus melintas keluar dari yerikho dan melewati tempat dimana bartimeus mengemis. Mendengar bahwa Yesus lewat maka dengan lantang ia berseru: "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"

Namun orang-orang di sekitarnya malah menyuruh ia diam, dan tidak berteriak-teriak. Tetapi karena apa yang telah ia dengar selama ini dan kepercayaannya kepada Yesus, ia tidak berhenti tetapi malah semakin keras ia berseru: "Anak Daud, kasihanilah aku!"

Anda tahu apa yang kemudian terjadi, Yesus berhenti dan berkata: "Panggillah dia!" Ini adalah suatu peristiwa yang sangat di tunggu-tunggu oleh Bartimeus.

Dan Tuhan berkata kepadanya: "Apa yang kaukehendaki supaya Aku perbuat bagimu?"

Jawab Bartimeus,” Rabuni, supaya aku dapat melihat!"

Dan dalam hitungan detik, Bartimeus sudah dapat melihat. Ia yang selama ini buta telah di celikkan Tuhan sehingga dapat melihat.

Suatu peristiwa yang begitu indah dan luar biasa.

Kembali ke cerita di awal permulaan tadi, banyak orang mungkin termasuk kita yang sudah sering mendengar kuasa Tuhan Yesus dan perbuatannya yang ajaib. Tetapi seberapa sering kita mengandalkannya dalam hidup kita.

Bartimeus seorang pengemis buta hari ini mengingatkan kita betapa pentingnya iman percaya itu. Ia yang tidak pernah melihat dan mungkin sudah tidak berpengharapan untuk bisa melihat. Tetapi masih percaya kalau Tuhan Yesus mampu menyembuhkannya.

Ketika kesempatan itu datang ia tidak melepaskannya, walaupun banyak orang menghalanginya. Hal itu tidak membuatnya putus asa dan patah arang, tetapi malah membuat ia lebih keras berteriak dan berusaha. Karena ia percaya Tuhan mampu menyembuhkannya.

Berapa besar masalah yang anda hadapi hari ini? Apakah anda sudah tidak berdaya ? Kalau bartimeus harus menunggu Tuhan datang, hari ini Tuhan tidak lagi lewat tetapi sudah berada di hati kita. Yang perlu kita lakukan hanya percaya, kalau ada perasaan ragu yang seolah menghalangi anda, yang perlu anda lakukan adalah berseru lebih keras dan percaya Tuhan akan memimpin kita. Tidak peduli berapa banyak orang yang menghalangi, percaya dan berimanlah kepadaNya.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Ibrani 11:1

Jumat, 28 Maret 2008

Sumber Inspirasi

Ketika kita melihat orang – orang besar, berhasil dan ternama di dunia ini, seringkali kita terinspirasi oleh kehidupan dan prestasi yang telah mereka capai. Siapa yang tidak terinspirasi melihat prestasi seorang Bill Gates? Dari seorang yang drop out kuliah ia bisa menjadi salah seorang terkaya di dunia. Perjuangan serta pencapaiannya banyak menjadi sumber inspirasi orang-orang muda diseluruh belahan dunia.

Menjadikan orang sukses sebagai figur sumber inspirasi adalah sesuatu yang wajar. Namun sebenarnya sumber inspirasi tidaklah selalu berasal dari orang yang jauh dari kehidupan kita. Setiap kita pada dasarnya memiliki sumber inspirasi yang berada sangat dekat dalam hidup kita. Hanya saja kebanyakan dari kita terkadang tidak menyadari dan kurang merasakan kehadirannya.

Hal ini terjadi karena mereka adalah orang biasa, yang mungkin tidak mempunyai prestasi yang luar biasa, tidak populer ataupun memiliki prestasi yang diketahui oleh banyak orang. Tetapi sebenarnya mereka melakukan banyak hal yang berdampak besar dalam kehidupan kita. Mereka berjuang dan berjerih lelah untuk kita dan hebatnya mereka tidak pernah menanggap hal ini sebagai sesuatu hal yang luar biasa. Mereka melakukan semua itu hanya karena rasa cinta yang begitu besar.

Siapakah orang ini? Tidak lain dan tidak bukan, mereka adalah orang tua kita.

Orang tua kita berjuang agar anak-anaknya mendapatkan sesuatu yang lebih baik dari mereka. Mereka melakukannya dengan tulus dan tanpa niat untuk berinvestasi agar kelak kita membalas jasa yang telah mereka berikan. Kalaupun ada sesuatu yang mereka ingin dapatkan, tidak lain adalah keberhasilan dari hidup anak-anaknya. Orang tua kita akan sangat berbahagia melihat anak-anaknya bisa mandiri dan hidup lebih baik.

Mereka tidak ingin mendapat ketenaran ataupun popularitas atas segala usaha yang mereka lakukan atas kehidupan kita. Semua itu adalah sesuatu hal yang biasa bagi mereka.

Coba anda luangkan waktu sebentar untuk mengingat tokoh-tokoh sukses di dunia ini yang anda kenal, apakah anda mengenal orang tua mereka? Tentu saja yang kita kenal hanyalah anak-anak mereka yang berprestasi.

Orang sukses bisa berhasil salah satunya adalah karena perjuangan yang telah dilakukan oleh orang tua mereka. Dan kitapun bisa melakukannya, orang tua kita telah memberikan banyak hal kepada kita, itu adalah suatu modal yang lebih dari cukup. Sumber inspirasi yang tidak akan pernah kering, lihat dan pandanglah mereka.

Mulailah berkarya, buat mereka bangga dengan prestasi kita.Karena mereka telah membesarkan seorang yang luar biasa. Anda dan saya.........

Saya akan menceritakan sekelumit tentang kehidupan saya dan betapa besar jasa yang diberikan oleh orang tua saya.

Saya adalah anak ke 9 dari 10 bersaudara yang lahir dari keluarga sederhana. Bapak saya adalah seorang tukang sayur yang sejak muda terbiasa menanam sayur di pinggir kali. Sampai sekarangpun ia masih menanam sayur dan menjualnya sendiri di pasar.

Kakak saya sulaiman adalah anak tertua dengan 9 orang adik-adiknya. Ia paling merasakan betapa pahitnya menjadi anak tukang sayur dengan banyak anak. Bahkan ia pernah menangis untuk bisa masuk sekolah karena tidak punya biaya.

Dulu saya sering kali mengeluh mengapa saya lahir jadi anak seorang tukang sayur yang hidupnya pas-pasan?

Tetapi sekarang saya sadar betapa bapak saya telah memberikan insiprasi bagi saya maupun kakak saya. Kami sering kali menampilkan foto bapak kami dalam setiap pelatihan yang kami lakukan. Kami bangga karena walaupun kami anak tukang sayur, kini kami dapat menginspirasi banyak orang. Bapak kami memang orang yang sederhana dan hanya seorang tukang sayur, tetapi apa yang telah dilakukan telah merubah hidup kami dan menginspirasi kami untuk menjadi lebih baik.

Ia adalah orang biasa yang telah membuat kami menjadi orang luar biasa............

Kasih dan inspirasi yang orang tua berikan adalah salah satu penggerak sayap anda untuk dapat terbang lebih tinggi.

Rabu, 20 Februari 2008

Kiat menjadi Mentor yang baik

Di bawah ini adalah daftar sifat yang perlu dimiliki seorang mentor yang baik :

1. Apresiasi terhadap perbedaan
Seorang mentor yang baik perlu mengapresiasi perbedaan individual murid-muridnya. Sang mentor harus mampu mengenali apa kelebihan masing-masing muridnya dan memupuk bakatnya. Lebih penting lagi, sang mentor tidak boleh memaksakan setiap muridnya untuk menempuh karir yang sama, karena setiap karir memiliki kebutuhan dan kecocokan dengan kemampuan dan bakat yang berbeda.

2. Keterbukaan
Seorang mentor harus bersikap terbuka dan selalu bersikap antusias dalam berkomunikasi dengan muridnya. Di tengah semua kesibukan yang harus dijalani, sang mentor perlu bersikap responsif, menjadi pendengar yang baik, dan memberikan perhatian personal bagi masing-masing muridnya.

3. Pembimbingan
Seorang mentor harus tahu bagaimana menyeimbangkan antara kapan harus memberi tahu setiap detil yang diperlukan muridnya dan kapan harus membiarkan muridnya mencari tahu sendiri secara mandiri. Jika sang mentor terlalu ketat dalam membimbing, maka sang murid akan kehilangan kemandirian. Sebaliknya jika sang mentor terlalu mengabaikan muridnya, maka sang murid akan menghabiskan waktunya secara tidak efektif.

4. Pertanyaan yang aktif
Dalam membantu memecahkan masalah-masalah yang dihadapi sang murid, seorang mentor yang baik tidaklah serta merta memberikan jawaban yang dicari. Kiat yang dianjurkan adalah menjawab masalah sang murid dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan aktif yang merangsang daya pikir sang murid. Pada prakteknya hal ini lebih memakan waktu namun lebih berhasil secara jangka panjang untuk menumbuhkan kemampuan dan kemandirian murid.

5. Merayakan keberhasilan
Setiap keberhasilan yang diraih sang murid perlu diberi penghargaan, salah satunya dengan cara merayakan bersama-sama rekan satu tim. Kiat ini jitu untuk membangkitkan motivasi murid dan membangun kebersamaan dalam tim.

6. Membangun komunitas ilmiah dan sosial
Sang mentor perlu membangun suasana yang mendukung supaya para murid merasa nyaman dalam mengekspresikan kemampuan dan mengembangkan bakatnya. Suasana tersebut bisa dibentuk dengan menyediakan waktu dan tempat khusus di mana semua anggota tim yang terlibat dapat saling bertukar pendapat secara keilmuan maupun saling bertukar minat secara sosial.

7. Pengembangan keahlian
Seorang mentor yang baik tidak hanya peduli apakah murid-muridnya mampu menyelesaikan pekerjaan yang sedang dijalani dengan baik dan tepat waktu. Ia juga secara aktif memastikan, bahwa sepanjang menjalani pekerjaan tersebut, para murid juga dapat menjaring semua ilmu dan keterampilan yang akan mereka perlukan dalam karir jangka panjang.

8. Pembentukan jaringan
Sang mentor, yang biasanya telah memiliki komunitas dan jaringan yang mapan, juga harus memastikan bahwa semua muridnya memiliki akses yang sama ke dalam jaringan tersebut. Dalam konferensi-konferensi ilmiah, sang mentor dapat mempromosikan hasil pekerjaan dan prestasi murid-muridnya kepada para kolega dalam jaringannya. Hal ini tidak saja baik untuk pembangunan karir para murid, tapi juga baik untuk membangun kepercayaan diri dan keterampilan berkomunikasi dalam diri para murid.

9. Menjadi mentor untuk sepanjang hidup
Mentor yang baik akan selalu menjadi tokoh yang sangat berkesan bagi murid-muridnya. Karena itu para murid akan selalu menghargai pendapatnya dan menikmati berkomunikasi dengannya. Di sisi lain, seorang mentor yang baik juga akan selalu antusias mengikuti aktifitas murid-muridnya bahkan setelah karir mereka berkembang dan mungkin tidak lagi berada dalam bidang yang persis sama.

Referensi: [1] Adrian Lee, Carina Dennis, and Philip Campbell, “Nature’s guide for mentors”, Nature, Vol. 447, pp.791-797, 2007.

http://www.grs.unsw.edu.au/downloads/Guide%20for%20Mentors%20Published.pdf

Sabtu, 02 Februari 2008

Makna kegagalan

Apa yang timbul dalam benak anda ketika mendengar kata gagal ?

Setiap kita mempunyai pandangan yang berbeda dalam memaknai kata gagal, tergantung dari pengalaman hidup kita dan nilai-nilai yang kita anut selama ini.

Sebagian besar dari kita melihat gagal sebagai suatu hal yang memalukan dan merupakan aib yang harus dihindari dalam hidup kita. Jika anda sebagai orang tua, apa yang akan anda lakukan bila anak kesayangan anda ternyata kedapatan tidak naik kelas? Harapan semua orang tua rata-rata sama yaitu ingin anaknya menjadi juara kelas, jadi kalau yang terjadi sebaliknya, maka kita merasa itu merupakan sebuah tamparan telak yang menimpa kita. Bayangkan bila anda ada dalam sebuah pertemuan keluarga besar anda dan salah satu saudara anda bercerita tentang anaknya yang menjadi juara kelas, lalu mereka menanyakan prestasi anak anda, mungkin anda akan kesulitan untuk menjawabnya.

Belum lagi teman anak anda yang akan mengejek karena ia tidak naik kelas dan bermacam hal-hal tidak menyenangkan lainnya yang akan dialami oleh sang anak, istri anda ataupun anda sendiri.

Oleh sebab itu tidak aneh bila banyak orang tua yang tidak mau anak mereka mengalami kegagalan. Kegagalan adalah suatu hal yang harus di hindari, karena kegagalan akan banyak menimbulkan kesusahan.

Demikian juga dalam dunia kuliah dan pekerjaan. Banyak orang rela melakukan apa saja asalkan bisa menghindari kegagalan. Seorang mahasiswa akan berjuang dengan keras untuk mendapatkan hasil baik ketika ujian termasuk menyontek bila diperlukan. Di jaman modern ini masih banyak kita dapati karyawan yang mencari ”orang pintar” hanya untuk minta agar posisi jabatan mereka tidak di geser dan di mutasi ke tempat yang ”kering”.

Apakah memang kegagalan itu adalah suatu hal yang sedemikian mengerikan sehingga begitu banyak orang yang tidak mau merasakan dan kalau bisa terhindar dari kegagalan selama hidup mereka?

Dalam kamus bahasa Indonesia gagal mempunyai arti tidak berhasil atau tidak jadi.

Secara gampang hal itu bisa diartikan bila kita gagal mencapai sesuatu yang kita mau, maka berarti kita tidak berhasil mencapai hal tersebut.

Zig Ziglar dalam bukunya Over the Top menjelaskan bahwa kegagalan memberikan kesempatan kepada kita untuk belajar mencari cara yang lebih baik untuk melakukannya.

Kegagalan mengajarkan kita sesuatu hal baru dan menambah pengalaman kita.

Jadi kalau kita melihat pandangan yang diberikan oleh Zig Ziglar mengenai kegagalan maka kita akan mendapatkan suatu pemahaman yang lebih utuh. Gagal memang berarti tidak berhasil, tetapi bukan berarti kita akan terus menerus tidak berhasil. Gagal hanyalah bersifat sementara, tetapi dari kegagalan yang kita alami kita akan mendapatkan banyak hal baru yang akan menambah wawasan dan pengalaman kita.

Pengalaman dari beberapa tokoh berikut ini akan memperkaya wawasan kita dalam melihat dan menikmati sebuah kegagalan.

Steve Jobs
Ia lulus dari SMA Homestead di California dan diterima di Reed College di Portland, Oregon, tapi drop out setelah satu semester. Di tahun 1976, Jobs, usia 21, dan Wozniak, 26, mendirikan Apple Computer Co. di garasi milik keluarga Jobs. Di tahun 1980, Apple Computer mencatatkan namanya di bursa efek, dan dengan penawaran saham awal yang sukses, ketenaran Jobs bertambah. Di tahun 1985, setelah banyak menyebabkan masalah kepemimpinan di dalam Apple, Jobs di usir dari jabatannya. Setelah keluar dari Apple, Jobs mendirikan sebuah perusahaan komputer lagi, NeXT Computer. Dengan kerja keras dan kegigihannya NeXT berkembang dan tahun 1996, Apple membeli NeXT seharga AS$402 juta, dan membawa Jobs kembali ke perusahaan yang ia dirikan. Di tahun 1998 ia kembali menjadi pemimpin di Apple. Dan hingga saat ini Apple telah menjadi perusahaan besar yang mendunia dengan salah satu pro
duknya iPod portable music player.

Andrie Wongso
Anak ke 2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Sekarang Andrie Wongso adalah motivator, yang lebih dari 20 tahun berkiprah sebagai pengusaha sukses. Kemauannya untuk berbagi semangat, pengalaman dan kebijaksanaan, dengan gaya bahasa yang sederhana tetapi full power kepada begitu banyak orang, membuat publik dan media massa mengukuhkannya sebagai The Best Motivator atau Motivator No. 1 Indonesia.

Baik Steve Jobs maupun Andrie Wongso telah merasakan betapa pahitnya sebuah kegagalan. Tetapi mereka tidak berhenti sampai di sana, kegagalan malah membuat mereka menjadi lebih baik. Seandainya mereka tidak mengalami kegagalan mungkin sejarah hidup mereka akan berbeda.

Sekarang coba kita lihat dan bandingkan dengan orang – orang di sekitar kita yang dalam hidupnya tidak pernah mengalami kegagalan, apa yang mereka alami sekarang ini. Bila kita mengunjungi kota-kota di Indonesia banyak kita temui kota-kota yang penduduk aslinya tidak lagi ketahuan dimana rimbanya, bahkan mereka telah terpinggirkan dan tinggal di daerah pingiran kota.

Malah kaum pendatang yang menjadi lebih berhasil dan menguasai perekonomian di daerah tersebut. Itu semua bukanlah salah dari kaum pendatang, tetapi dalam banyak kasus hal ini terjadi karena penduduk asli kalah bersaing. Karena selama ini mereka beranggapan bahwa kota di mana mereka tinggal sudah mencukupi dan mereka merasa nyaman dan tidak perlu berjuang lagi. Hal ini berbeda dengan kaum pendatang yang datang tanpa membawa apa-apa dan harus berjuang dari nol sampai akhirnya mereka bisa berhasil. Ketika mereka berjuang banyak kegagalan dan tantangan yang di hadapi, tetapi hal itu semua bukannya membuat mereka menyerah malah membuat mereka menemukan cara yang lebih baik dan menjadi berhasil.

Pada akhirnya kita bisa melihat bahwa cara pandang banyak orang mengenai kegagalan selama ini banyak yang tidak lengkap, mereka hanya melihat suatu sisi bahwa gagal sama dengan tidak berhasil. Tetapi lupa bahwa ada sisi lain dari ketidak berhasilan, ada suatu kesempatan untuk bisa lebih berhasil.

Marilah ketika kita mengalami kegagalan, karena tidak lulus kuliah, gagal mencapai target, gagal mendapatkan pasangan ataupun bermacam kegagalan lainnya. Kita tidak berhenti, karena sebenarnya kegagalan yang kita alami sedang mempersiapkan kita menuju kesuksesan melewati jalan lain yang harus kita lewati. Maknailah kegagalan Anda dan jangan berhenti untuk berusaha. Selamat berjuang......!

Salam Derap Dynamis,