Selasa, 17 Agustus 2010

BANGKIT LAGI

Dalam film Karate Kid, Mr.Han ( Jackie Chan ) mengatakan “Life will knock us down, but we can choose whether or not to stand back up” (Hidup akan menabrak kita, tapi kita dapat memilih apakah kita akan berdiri kembali atau tidak)

Kalimat yang disampaikan oleh Mr.Han sangat sesuai dengan apa yang pernah dikatakan oleh Sir Winston Churchill "Success is the ability to go from failure to failure without losing your enthusiasm." Bahwa keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati kegagalan demi kegagalan tanpa kehilangan rasa antusias untuk tetap melangkah menuju kesuksesan yang ingin kita capai.

Sudah merupakan sebuah hal yang diketahui oleh banyak orang bahwa untuk mencapai sebuah keberhasilan diperlukan sebuah proses panjang yang harus dilewati yang diantaranya adalah kemampuan untuk melewati tantangan dan kegagalan yang menghadang.

Kata-kata dari Jackie Chan dan Sir Winston Churchill pagi ini hanya mengingatkan ulang kembali kepada kita bahwa setiap tantangan dan kegagalan yang menghadang sekarang ini ketika kita ingin mencapai sebuah impian adalah sebuah proses biasa yang memang telah dilewati oleh orang-orang yang menuju sebuah kesuksesan.

Jadi janganlah mengeluh dan kehilangan asa ketika kita melakukan kegagalan atau sesuatu menabrak kita sehingga kita terjatuh.Ketika kita menghadapi kegagalan atau terjatuh kita hanya punya 2 pilihan untuk tetap diam atau bangkit, dan saya rasa anda tahu jawabannya……………

BANGKIT dari kegagalan, itulah keputusan yang akan Anda lakukan.

Dedy Budiman

Minggu, 15 Agustus 2010

MERDEKA!


John F. Kennedy pernah mengatakan “The cost of freedom is always high, but Americans have always paid it. And one path we shall never choose, and that is the path of surrender, or submission.”( Biaya kebebasan selalu tinggi, namun Amerika selalu membayarnya. Dan satu jalur kita tidak akan memilih, dan itu adalah jalan menyerah, atau tunduk)

Apakah hanya Amerika yang telah membayar harga sebuah kemerdekaan dengan mahal? Tentunya tidak bukan, Indonesia juga telah membayar harga yang sangat mahal untuk sebuah kemerdekaan yang di deklarasikan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Teman-teman, Indonesia kini telah merdeka dari penjajahan tetapi apakah kita sudah merdeka dari hal-hal lainnya, apa makna kemerdekaan bagi kita yang hidup di era sekarang ini?

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani memiliki arti sendiri dalam memaknai kemerdekaan. Menurutnya, kemerdekaan adalah merdeka dari kemiskinan. "Arti kemerdekaan suatu misi untuk membangun negara merdeka dari kemiskinan"
Kita yang membaca pesan ini melalui bbm ataupun email memang bukanlah orang miskin secara fisik, namun sudahkah kita terbebas dari miskin mental?

Kemiskinan mental yang meliputi dimensi moral, etika, akhlak, dan mental yang kemudian memperlemah daya saing sumber daya manusia Indonesia. Mental inilah yang sebenarnya faktor dominan dalam melakukan perubahan, yang kian lama justru kian luruh. Identitas masyarakat Indonesia yang pantang menyerah, menjunjung local wisdom, malah berubah drastis menjadi bangsa yang pasrah (fatalis)

Rekan-rekan sekalian dalam rangka menyambut hari kemerdekaan yang ke 65, 17 Agustus 2010 marilah kita bangkit bersama untuk menuju kemerdekaan dari kemiskinan. Memberikan yang terbaik dalam aktivitas dan pekerjaan kita untuk Indonesia yang lebih baik. MERDEKA!

Dedy Budiman

Rabu, 11 Agustus 2010

Strategi Penjualan


You once have one chance to shoot into a group of birds clustering in a treetop. If you miss, you will frighten all the birds away. Before you shoot, you need to calculate you angle and your am carefully, so you one shot will yield two birds. Chin Ning Chu

Suatu waktu anda mempunyai kesempatan untuk menembak ke sekelompok burung di sebuah puncak pohon. Jika anda gagal, anda akan membuat burung-burung itu takut dan terbang. Sebelum menembak, Anda perlu mengkalkulasi dan mengambil posisi secara hati-hati sehingga dengan sekali tembak akan dapat dua burung.

Untuk menembak burung saja, Chin Ning Chu mengajarkan kita untuk membuat sebuah strategi yang tepat agar dengan sekali tembak kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Kalau demikian apalagi bagi kita orang sales yang selalu di tuntut untuk menjual dengan hasil yang maksimal. Kita juga membutuhkan strategi yang tepat agar dengan aktivitas yang kita lakukan kita bisa menjual dan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Strategi adalah rencana, metode atau serangkaian manuver atau siasat untuk mencapai tujuan atau hasil tertentu. Dengan strategi yang tepat maka kita bisa mencapai beberapa sasaran.

Lalu pertanyaannya adalah sudahkah kita menggunakan strategi dalam melakukan aktivitas kita sebagai seorang sales people? Bila anda belum mempunyai strategi dalam bekerja, sudah saatnya anda meluangkan waktu untuk memikirkannya.

Dan bila anda belum tahu caranya, Anda bisa membaca artikel Mr.James Gwee di http://www.facebook.com/home.php?#!/notes/dedy-budiman/strategi-penjualan-selling-formula/425559739473 mengenai Strategi Penjualan - Selling Formula.

Dedy Budiman

Selasa, 10 Agustus 2010

No 1


Dalam buku Cara Sukses Menjual diri Anda, Joe Girard seorang salesman mobil yang namanya tercatat dalam Guinness Book Of World Records menuliskan bahwa ada tiga macam orang di dunia ini, yaitu :

Si nomor satu, ia adalah orang yang telah sukses memasarkan dirinya, orang yang berprestasi, selalu bersemangat dan tidak pernah mengeluh. Orang type ini adalah bukti bahwa apa yang Anda peroleh dari luar hidup adalah apa yang anda taruhkan ke dalam. Mereka pemenang dan mempunyai kemampuan untuk mengisi baterai dengan semangat mereka.

Si nomor dua, orang macam ini ada di setiap kantor, departemen, toko, kelas bahkan ruang kecil. Mereka adalah orang-orang yang selalu mencari pundak untuk menangis di atasnya atau untuk mengatakan masalah-masalah mereka. Mereka orang-orang yang kalah, orang-orang yang tidak mendapatkan diri dan lari menghindari resiko.

Nomor tiga adalah orang-orang yang mencukupi kekurangan hidup dan menyerah. Sikap mereka lebih sering diungkapkan dengan kata-kata: “Apa gunanya?” mereka adalah orang-orang yang selalu berucap “Biar orang lain yang melakukannya” Mereka adalah orang-orang kalah yang lebih patut dikasihani daripada orang-orang nomor dua. Karena mereka bahkan tidak pernah berusaha.

Sejujurnya, termasuk yang nomor berapakah Anda? Dengan mengetahui dimana Anda berada maka anda akan mengetahui kemana anda akan menuju.

Berubahlah selama masih ada kesempatan untuk berubah, jadilah NOMOR SATU karena anda telah dilahirkan sebagai orang NOMOR SATU.

Dedy Budiman

Senin, 09 Agustus 2010

Membaca Buku


Orang-orang terbaik bangun awal dan segera bertindak. Orang rata-rata bangun sesiang mungkin, kebingungan, dan kemudian terburu-buru ke kantor tanpa ada waktu untuk berpikir atau mempersiapkan diri. Brian Tracy

Dengan bangun pagi dan membaca pengetahuan tentang penjualan selama setengah hingga satu jam, Anda akan menyadari bahwa Anda membaca kira-kira satu buku penjualan per minggu. Hal ini akan menjelma menjadi lebih kurang 50 buku per tahun.

Lima puluh buku per tahun dikalikan 10 tahun akan menjadi total 500 buku. Apakah menurut Anda hal ini akan mempengaruhi hasil penjualan dan penghasilan Anda?

Sesungguhnya jika Anda mendisiplinkan diri untuk membaca di bidang Anda 30 – 60 menit per hari, Anda akan segera menjadi ahli penjualan yang paling berpengetahuan, terampil dan mendapat penghasilan tertinggi.

Dengan membaca buku-buku terbaik yang ditulis oleh para wiraniaga top selama bertahun-tahun, Anda akan mempelajari berbagai gagasan, wawasan, strategi dan teknik untuk membantu Anda menghasilkan lebih banyak penjualan, lebih cepat dari yang pernah Anda bayangkan.

Bagaimana cara memulai membangun kebiasaan membaca buku? Langkah pertama mulailah dengan pergi ke toko buku terdekat dan carilah buku yang anda suka dan menarik perhatian anda, setelah itu belilah buku tersebut dan bawalah buku tersebut kemana saja anda pergi. Jadi anda bisa mulai membaca saat menunggu atau ketika ada waktu luang. Daripada bbm an tidak jelas lebih baik membaca buku.

Selamat membaca....

Dedy Budiman

Kamis, 05 Agustus 2010

NO SALES, NO MONEY -- KNOW SALES, KNOW MONEY


Sales is a learned responses. The more knowledge and information you can obtain pertaining to sales, the higher your income will be! To become highly successful in sales, it takes a tremendous amount of time to read as many sales books as you possibly can, or attending as many sales seminars that you can, or listening to tapes or CD's in your car on the way to work so you can constantly continue to educate yourself on sales.

Beberapa minggu terakhir ini saya membawakan pelatihan untuk beberapa kelas yang pesertanya adalah Sales People. Dalam setiap kesempatan saya selalu mengajukan pertanyaan kepada para sales people tersebut ,”kapan terakhir kali anda membaca buku?” dan di rumah ada berapa banyak buku tentang Sales yang anda miliki?”

Ironisnya dari 100% hanya di bawah 5% yang punya kebiasaan membaca buku dan memiliki koleksi buku tentang Penjualan. Itu berarti kalau ada 100 orang hanya di bawah 5 orang yang mau meluangkan waktu untuk belajar baik itu membaca ataupun mendengarkan CD.

Bila ditanya apa alasannya? maka ada saja beribu macam alasan yang membuat para sales people tidak mau melakukan kegiatan yang satu ini.

Hal ini mengingatkan saya pada sebuah kisah, adalah seorang penebang pohon yang sangat bersemangat dalam bekerja. Hasil yang didapat dari menebang pohon membuat dia hidup berkecukupan tetapi karena sibuknya bekerja ia melupakan atau boleh juga dibilang selalu melalaikan waktu untuk mengasah kapak yang digunakan. Di bulan-bulan awal ia tidak memiliki masalah, tetapi memasuki bulan ke delapan bekerja ia merasa pekerjaannya semakin lama semakin berat dan menguras banyak energy. Sang penebang pohon ini tidak menyadari bahwa ini terjadi karena kapak yang digunakannya semakin lama semakin tumpul.

Bukankah itu juga yang akan terjadi bila kita selalu sibuk bekerja tetapi malas dan tidak mau meluangkan waktu untuk mengasah diri dengan belajar dan belajar lagi.

Mungkin hari ini anda bisa menjual dengan SUKSES karena KAPAK Anda masih TAJAM, tetapi tinggal menunggu waktu maka KAPAK anda akan menjadi TUMPUL. Dan saat itu Penjualan Anda akan makin menurun dan terus menurun.

Rekan-rekan Sales People marilah kita bersama merubah Persepsi yang melekat bahwa orang sales adalah orang yang kurang mau belajar, beda dengan profesi dokter, insinyur, akunting yang terus mau belajar.

Mari kita tunjukkan bahwa kita juga BISA dan MAU untuk BELAJAR dan Mengasah diri.

Once you "know" sales, you will "know" money because your knowledge is greater, your attitude is stronger, and your self-confidence is bullet proof!

Dedy Budiman

Rabu, 04 Agustus 2010

Miliarder

Dalam bukunya The Millionaire Next Door, Thomas Stanley dan William Danko menemukan bahwa 79% miliarder dari hasil keringat sendiri (bukan dari warisan) di Amerika adalah Wirausahawan dan Wiraniaga.

Ternyata ketrampilan terpenting untuk keberhasilan dalam kewirausahaan adalah Kemampuan Menjual Produk atau Jasa. Dengan ketrampilan menjual anda membuka hampir semua pintu.

Peluang Anda sebagai seorang Sales People untuk mencapai kebebasan keuangan dan bahkan menjadi miliarder jauh lebih besar dibandingkan dengan bidang lain.

Dan tidak ada batas untuk pencapaian Anda kecuali dalam Pikiran Anda.

So, banggalah dengan Profesi Anda sebagai seorang Sales dan gapailah Impian Anda dengan terus mengasah kemampuan dan ketrampilan Menjual Anda.

Dedy Budiman

Minggu, 01 Agustus 2010

Selangkah Lagi


Many of life's failures are people who did not realize how close they were to success when they gave up. Thomas A. Edison

Kita tentu mengenal atau paling tidak pernah mendengar nama Jack Canfield dan Mark Victor Hansen, mereka adalah pengarang buku Best Seller dunia - Chicken Soup for the Soul.

Tahukah Anda bagaimana proses mereka dalam mencari perusahaan yang mau menerbitkan buku mereka? Mereka mencari penerbit dan terus ditolak. Sampai-sampai jumlah penerbit yang menolaknya mencapai 130-an penerbit. Untunglah penerbit Health Communications Inc mau menerbitkannya.

Bisa Anda bayangkan betapa banyaknya penolakan yang mereka alami, kalau saja mereka berhenti pada penolakan yang ke 129 maka kita tidak akan pernah membaca buku seri Chicken Soup for the Soul.

Terkadang kita juga ingin menyerah dengan realita dan keadaan yang kita temui setiap hari. Begitu banyak penolakan dan tantangan yang kita hadapi didalam kehidupan ini.

Tetapi seperti apa yang dikatakan oleh Thomas A. Edison dan juga pengalaman dari Jack Canfield dan Mark Victor Hansen marilah kita kuatkan tekad karena mungkin saja hasil yang akan kita peroleh tinggal hanya beberapa langkah lagi.

Banyak orang menyerah pada saat hasil tinggal selangkah lagi. Apakah Anda mau menjadi orang gagal dan berhenti sekarang ini? Tentu tidak bukan.

Perbedaaan orang sukses dan orang gagal terkadang cuma selangkah. Bertahanlah karena tinggal selangkah lagi kawan………!

Dedy Budiman

Kamis, 29 Juli 2010

F3 (feel, felt, found)

Cara yang sangat baik untuk menghadapi keberatan dari pelanggan adalah menggunakan metode “feel, felt, found (perasaan, merasakan, temukan). Ini adalah cara professional untuk mengakui bahwa keberatan mereka benar, meyakinkan prospek bahwa bukan hanya ia sendiri yang merasa khawatir dan kemudian menjawab sanggahan dengan cara yang memuaskan.

Misalnya, prospek berkata,”Harganya terlalu mahal.” Anda menanggapi dengan berkata,”ibu/bpk saya sangat mengerti perasaan (feel) anda, beberapa orang lainpun merasakan (felt) hal yang sama ketika kami pertama kali berbicara dengan mereka. Akan tetapi inilah yang mereka temukan (found).

Kemudian teruskan dengan menjelaskan bahwa orang dengan kekhawatiran yang sama mengerti bahwa meskipun mereka membayar sedikit lebih mahal dari yang mereka perkirakan, mereka sangat puas dengan keputusan mereka karena mereka memperoleh manfaat jauh lebih banyak.

Jika Anda meyakinkan mereka bahwa orang lain pernah merasakan hal yang sama lalu maju dan membeli produk Anda, serta kemudian puas dengan hasilnya, mereka akan tenang dan mulai percaya bahwa produk ini akan baik juga untuk mereka.

Selamat mempraktekkannya……

Dedy Budiman

Selasa, 27 Juli 2010

Bertanggung Jawab atas diri sendiri

Terkadang saya bertanya kepada sales people yang hadir dalam training saya,”Berapa orang disini yang bekerja untuk diri sendiri?”

Sekitar 10-15% hadirin mengacungkan tangan, kemudian saya mengulangi pertanyaan,”Berapa orang yang benar-benar bekerja untuk diri sendiri?”

Satu persatu mulai menyadari apa yang saya maksud dan mereka mengacungkan tangan.Tiba-tiba mereka menyadari bahwa mereka semua bekerja untuk diri sendiri.

Kesalahan terbesar yang dapat kita lakukan adalah berpikir bahwa kita bekerja untuk orang lain selain diri kita. Kita adalah presiden perusahaan kewirausahaan kita sendiri.

Wiraniaga TOP bertanggung jawab 100% atas diri mereka sendiri dan seluruh kegiatan mereka. Mereka bertanggung jawab penuh atas kegiatan mereka dan hasilnya.

Bila Anda ingin menjadi Sales People yang TOP, mulailah dengan suatu kesadaran bahwa keberhasilan Anda ditentukan oleh usaha Anda sendiri, jangan mencari-cari alasan ataupun menyalahkan orang lain.

Dedy Budiman

Minggu, 25 Juli 2010

Teknik “penutupan pegangan pintu” (doorknob)

Setelah Anda menyelesaikan penjelasan anda dan pelanggan masih juga tidak membeli dan tidak mau mengatakan alasannya, anda dapat menggunakan teknik “penutupan pegangan pintu” (doorknob) untuk menemukan apa yang membuatnya tertahan.

Daripada berusaha meneruskan pembicaraan yang kelihatannya sulit dengan sopan anda bisa mengakhirinya dan berkata “Terima kasih untuk waktu anda, saya benar-benar menghargai pembicaraan ini, Saya harap kita dapat berjumpa lagi suatu saat nanti.”

Sambil mengatakan itu, benahi materi anda, tutuplah tas, berdiri, berjabat tangan dan berjalanlah kearah pintu. Calon pelanggan yang melihat bahwa anda akan pergi dan ia tidak lagi berada di bawah tekanan untuk bertahan atau pun menjelaskan merasa mulai relaks, pikirannya mulai kembali pada apa yang akan dikerjakannya setelah anda pergi. Seperti seorang petinju yang mengira bahwa pertandingan telah selesai.

Ketika anda mencapai pintu, raihlah pegangan pintu, seolah-olah akan pergi. Kemudian, seolah-olah ada sesuatu yang tertinggal, Anda kembali kepada calon pelanggan dan berkata,”Sebelum saya pergi, saya ingin tahu apakah Anda bersedia membantu saya? Hal ini benar-benar akan membantu saya menghadapi pelanggan lain jika saya tahu persis dimana kesalahan saya dalam presentasi tadi. Apa sebenarnya yang menjadi alas an utama Anda memutuskan tidak membeli? Kemudian Anda tetap diam, sambil tersenyum.

Biasanya calon pelanggan yang telah berada dalam keadaan relaks akan memberikan alasan yang sebenarnya, dan ketika anda mengetahui keberatannya inilah saat yang tepat bagi anda untuk memberikan penjelasan sesuai dengan keberatan yang diajukan. Duduklah kembali, buka tas, keluarkan materi dan mulailah menjual kembali.

Dedy Budiman

Kamis, 22 Juli 2010

Anak Panah


Dalam buku Succeed above Success, Joe Kamdani menuliskan bahwa Sales People mempunyai peranan strategis yang digambarkan sebagai anak panah, dimana ujung panahnya adalah Salesman, kemudian batang panah adalah Manager dan bulu panah adalah Direktur.

Salah satu bagiannya tidak berfungsi, maka anak panah tidak dapat berfungsi.

Jelas terlihat bahwa ujung panah merupakan satu kesatuan dimana salesman tidak lepas dari managernya dan juga tidak lepas dari direkturnya.

Khusus untuk Sales People sebagai ujung anak panah kita harus selalu ingat bahwa untuk mengenai sasaran maka ujung tombak harus selalu tajam.

Marilah kita mengasah diri kita senantiasa agar tetap TAJAM , agar ketika Direktur dan Manager kita memberikan arahan dan sasaran yang ingin dicapai maka kita bisa mengenai sasaran tsb dengan TEPAT.

Selasa, 20 Juli 2010

BUTA HURUF


“A home without books is a body without soul.” Marcus Tullius Cicero

Saat ini saya sedang membaca buku How to teach your baby to read karangan Glenn Doman. Dalam buku ini dijelaskan bahwa ternyata bayi pun bisa di ajar untuk membaca bahkan sejak bayi tersebut baru lahir. Sudah banyak orangtua yang mempraktekkan metode ini dan berhasil.

Saya jadi teringat bahwa di Indonesia saat ini masih banyak penduduk yang masih buta huruf. Kira-kira apa pengertian buta huruf menurut anda? Wikipedia menjelaskan bahwa buta huruf atau tuna aksara adalah ketidakmampuan seseorang untuk membaca. Apakah anda setuju dengan definisi tersebut?

Ternyata definisi buta huruf saat ini telah berubah, Gordon More pendiri Intel mengatakan bahwa Buta huruf di abad 21 bukanlah orang yang tidak dapat membaca dan menulis, tetapi orang yang tidak mampu untuk belajar, tidak mau belajar dan tidak mau belajar lagi segala sesuatu yang sudah dipelajarinya.

Akhirnya apakah Anda seorang BUTA HURUF? Hanya Anda yang bisa menjawabnya. Bila Anda tidak mau belajar dan berhenti belajar maka secara tidak sadar Anda telah menjadi seorang BUTA HURUF.

Kamis, 15 Juli 2010

Visi dan Fokus


Kita sering mendengar bahwa untuk berhasil kita perlu punya visi yang jelas dan focus terhadap apa yang kita ingin capai. Tetapi dalam implementasinya banyak kali kita belum mempunyai gambaran yang jelas tentang makna dari visi dan focus.

Ada sebuah ilustrasi yang menarik mengenai hal ini, suatu waktu ada seorang anak muda ingin berangkat ke Surabaya, sesampainya dia di stasiun kereta api dia hanya berdiri dan tidak pernah membeli tiket agar dia bisa berangkat ke Surabaya. Yang dimaksud visi dalam cerita ini adalah Surabaya tempat yang ingin dituju, sedangkan focus adalah tindakan untuk membeli tiket agar bisa berangkat naik kereta api menuju Surabaya.

Banyak dari kita yang selama ini sudah menetapkan visi untuk dicapai tetapi tidak pernah sampai karena kita tidak pernah membeli tiket ( focus ) yang membuat kita maju melangkah menuju sasaran.

Teman-teman cukup sudah waktunya bagi kita untuk berangan-angan mencapai sesuatu, yang perlu kita lakukan adalah segera focus (membeli tiket) agar kita bisa mencapai tujuan. Membeli tiket berarti ada sesuatu yang kita bayar, ada komitmen yang harus kita ambil.

Jadi marilah kita focus untuk mencapai visi kita. Bayarlah harga tiketnya dan selamat memulai perjalanan menuju visi yang telah ditetapkan.

Rabu, 14 Juli 2010

Korelasi Profesi Sales dengan pendidikan


Tahukah anda apa kesamaan antara Bill Gates, Harry Truman dan Dave Thomas? Tentu kita sudah mengenal Bill Gates pendiri Microsoft, Harry Truman adalah presiden ke 33 Amerika yang memiliki karier luar biasa sebagai pengusaha yang sangat sukses dan hakim wilayah yang sangat hebat, sedangkan Dave Thomas adalah pendiri restoran hamburger Wendy’s. Kesamaan dari mereka bertiga adalah bahwa tidak satupun dari ketiga orang ini yang menyelesaikan kuliah.

Majalah Forbes memuat daftar 400 orang terkaya tahun 2001, diantaranya 118 orang yang tidak lulus kuliah dan termasuk orang yang menjadi kaya bukan karena warisan.
Banyak profesi yang memiliki persyaratan pendidikan yang ketat. Masuk akal jika seorang dokter, insinyur, akuntan membutuhkan pendidikan yang tinggi, tetapi bagaimana dengan profesi sales? Apakah ada korelasi antara keberhasilan seorang sales dengan pendidikan?

Gallup sebuah lembaga survey ternama dari Amerika telah melakukan sebuah penelitian mengenai hal ini dan hasilnya didapatkan bahwa sebagian besar sales people yang ada di kelompok seperempat teratas sama sekali tidak memiliki pendidikan tinggi. Bahkan sebagian besar orang yang memiliki prestasi terbaik memiliki nilai yang bahkan tidak mencapai nilai rata-rata di perguruan tinggi.

Kiranya hasil survey ini bermanfaat bagi manajemen dalam menentukan criteria pencarian seorang sales dan juga bermanfaat bagi anda sales people yang berpendidikan terbatas, karena dalam dunia sales pendidikan bukanlah penghalang anda untuk maju dan mencapai kesuksesan.

Senin, 12 Juli 2010

Carl Brashear


Carl Brashear adalah seorang kulit hitam dari Amerika. Ia telah berjanji kepada ayahnya untuk tidak memikul nasib serupa, selaku penggarap ladang yang harus jungkir balik. Ia membulatkan tekad masuk Angkatan Laut dan meninggalkan kampung halamannya walau sempat 'terjerembab' sebagai koki kapal Hoist.

Di sanalah Carl menunjukkan kemampuan sekaligus kenekadannya. Ia terjun ke air laut pada hari berenang yang tidak diperuntukkan bagi awak kulit hitam. Kecepatannya dalam air membuat Carl dipindahkan ke unit penyelam. Setelah itu ia memutuskan untuk masuk ke sekolah penyelam yang untuk pertama kalinya menerima seorang kulit hitam, mereka memutuskan untuk menerima karena kegigihan Carl Brashear.

Karena ia hanya seorang diri sebagai kulit hitam di sekolah tersebut, maka berbagai macam hinaan, diskriminasi dan sebagainya ia rasakan. Hambatan dan tantangan merupakan makanan sehari-hari bagi Carl.

Pada tahun 1966 Carl mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kakinya harus diamputasi. Akan tetapi Carl tidak putus asa dan terus berjuang agar menjadi seorang penyelam yang handal. Rintangan baik dari teman-temannya juga keluarga sendiri yang selalu menghalanginya tak membuat surut cita-citanya.

Pada tahun 1970 ia resmi menjadi Penyelam Utama AL Amerika- US Navy Diver dari orang berkulit hitam. Setelah ia menjadi master banyak sekali yang telah belajar kepadanya. 30 tahun kemudian karena sikap dan perjuangannya yang tak kenal menyerah, kisah hidupnya difilmkan dengan judul MEN OF HONOR.

Rekan-rekan sekalian seringkali dalam hidup ini kita mengeluh dengan keterbatasan yang kita miliki, karena penolakan-penolakan yang kita alami yang membuat kita merasa manusia termalang di dunia. Carl Brashear mengajarkan kita betapapun besar tekanan, tantangan, hambatan dan penderitaan menghalangi kita untuk maju selama kita mau terus melangkah melewati segala macam rasa sakit tersebut maka suatu saat kita akan mencapai tujuan yang kita cita-citakan.

Bila saat ini anda sedang menghadapi tekanan dan penderitaan yang disebabkan lingkungan anda, bertahan dan teruslah berjuang. Percayalah penderitaan yang kita alami merupakan sebuah proses untuk menjadikan kita manusia yang lebih baik.

Minggu, 11 Juli 2010

Membina hubungan dengan orang lain


Our greatest joy-and our greatest pain comes in our relationships with others. Stephen R. Covey

Berbagai penelitian ilmiah membuktikan bahwa jika anda mempelajari cara membina hubungan dengan orang lain berarti anda sudah menempuh 85% dari perjalanan menuju kesuksesan dalam bisnis, pekerjaan atau profesi apa pun dan sekitar 95% dari perjalanan menuju kebahagiaan pribadi.

Les Giblin dalam bukunya The Art of dealing with people menuliskan 4 Fakta kehidupan yang harus anda camkan untuk bisa berhubungan lebih baik dengan orang lain :

1.Kita semua egois (mementingkan diri sendiri)

2. Kita lebih tertarik pada diri sendiri daripada apapun lainnya.

3. Setiap orang yang anda jumpai ingin merasa dirinya penting dan "mempunyai nilai"

4. Setiap orang sangat mengharapkan persetujuan dari orang lain sehingga dia bisa menyetujui diri sendiri.

Semoga apa yang kita dapatkan pagi ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan kita ketika berbicara dengan orang lain, baik itu keluarga, pelanggan maupun rekan kerja.

Kamis, 08 Juli 2010

GOOD IS THE ENEMY OF GREAT


GOOD IS THE ENEMY OF GREAT. And that is one of the key reasons why we have so little that becomes great. We don't have great schools, principally because we have good schools. We don't have great government, principally because we have good government. Few people attain great lives, in large part because it is just so easy to settle for a good life. The vast majority of organizations never become great, precisely because the vast majority become quite good-and that is the main problem. Jim Collins

Bila hari ini ada suatu penawaran yang diberikan kepada Anda apakah Anda ingin mendapatkan sesuatu yang baik ataukah yang terbaik, kira-kira apa jawaban anda? Pada umumnya setiap orang ingin mendapatkan yang TERBAIK.

Tetapi ketika kita ditanya apakah kita ingin memberikan yang BAIK atau yang TERBAIK kepada perusahaan atau keluarga kita? Umumnya kita ingin memberikan yang terbaik tetapi seringkali ketika kita memberikan yang baik rasanya sudah cukup dan tidak perlu memberikan yang TERBAIK.

Jim Collins dalam bukunya Good to Great menjelaskan bahwa musuh dari Great adalah Good. Karena ketika seseorang sudah merasa baik maka seringkali ia berhenti dan tidak mau melangkah ke tahap “Great”.

Statement yang Jim Collins berikan pagi ini menantang kita untuk tidak berhenti pada tahap “Good” ketika kita bekerja tetapi marilah kita bersama maju ke tahap “Great”

Kalau kita ingin mendapatkan hasil yang “GREAT” maka kitapun harus memberikan yang “GREAT”. Marilah kita bersama berkomitmen untuk berubah mulai hari ini From Good to Great.

Rabu, 07 Juli 2010

Failure doesn't mean you are a failure


Tadi pagi team Sepakbola Jerman yang diunggulkan oleh banyak penggila bola untuk menjadi juara dunia 2010 dikalahkan oleh team sepakbola Spanyol. Dengan hasil ini tentu banyak orang yang sedih dan kecewa, bagaimana mungkin team yang sedemikian perkasa ketika mengalahkan Inggris dan Argentina bisa akhirnya dikalahkan ?

Tetapi bukankah didunia ini banyak hal yang terjadi diluar apa yang kita perkirakan. Keberhasilan dan kegagalan hadir mewarnai kehidupan kita. Pagi ini bila kita membaca Kompas disana juga dituliskan bagaimana Maradona masih mengurung diri setelah kekalahan yang dialami oleh team sepak bola Argentina.

Teman…..sebagai seorang sales people kita juga tentu pernah mengalami kegagalan dalam kehidupan kita. Ketika kita sudah berjuang sejak awal untuk meng “create” suatu project hingga sedemikian rupa tapi diakhir penentuan akhirnya perusahaan kita gagal memenangkan tender penjualan tersebut.

Lalu apa yang bisa kita lakukan dengan kekalahan/kegagalan yang kita alami? Robert Schuller mengatakan “Failure doesn't mean you are a failure... it just means you haven't succeeded yet.”

Jadi akhirnya team Jerman boleh kalah, ketika kita menjual boleh kalah, tetapi kita tidak boleh kalah mental. Kita harus bangun dan menyadari bahwa masih ada kesempatan bagi kita untuk menang di pertandingan berikutnya.

Tetap Semangat Pagi!

Dedy Budiman

Senin, 05 Juli 2010

Teruslah Mengalir


Morihei Ueshiba, “O Sensei” pendiri Aikido menyatakan bahwa mempertahankan arah dari energy Anda untuk menjaga mimpi Anda agar tetap hidup sebenarnya hanya masalah membiarkannya untuk terus mengalir.

Ueshiba menggunakan metafora dari mata air kecil yang berada di bawah kolam yang terpolusi. Bila aliran kecil itu terus menerus mengalir tanpa henti maka aliran itu akhirnya akan membersihkan kolam, secara terus menerus, dan polusi dari kolam itu tidak akan pernah memasuki aliran air murni, jernih.

Metafora ini menggambarkan bahwa energy yang kontinu, positif dan terarah akan mempunyai nilai besar, tidak peduli seperti apapun lingkungannya.

Jadi rekan-rekan sekalian marilah kita terus menerus mengalirkan nilai-nilai positif buat lingkungan kita, jangan biarkan nilai-nilai negative masuk mempengaruhi kita tetapi biarlah nilai positif kita memberikan warna bagi lingkungan dimana kita bekerja ataupun terhadap setiap pelanggan yang kita temui mulai dari hari ini.

Teruslah mengalir……………………

Minggu, 04 Juli 2010

Anjing Jahat dan Anjing Baik

Orang pesimis melihat kesulitan dalam setiap peluang, orang optimis melihat peluang dalam setiap kesulitan. Winston Churchill

Seorang penduduk asli Amerika yang sudah berusia lanjut menggambarkan perjuangan di dalam dirinya dengan mengatakan,”Di dalam diriku ada dua ekor anjing. Seekor anjing yang jahat dan anjing yang baik. Anjing jahat itu terus menerus berkelahi dengan anjing yang baik.” Ketika ditanya anjing mana yang menang, dia merenung sejenak dan menjawab,”Anjing yang paling banyak kuberi makan.”

Bagaimana dengan diri kita? Ketika kita melihat kehidupan ini apakah lebih banyak dari sisi positif/optimis ataukah negative/pesimis?

Ingatlah bila kita terus melihat hidup ini dari sisi negative maka secara tidak langsung hal ini seperti kita memberikan mereka makan dan kian lama kita akan menjadi semakin negative.

Sampai berapa lama kita akan memberi makan “anjing jahat” itu ?

Sudah saatnya bagi kita untuk menghentikannya dan marilah kita beri nilai-nilai positif bagi diri kita agar hidup kita jadi lebih berwarna dan lebih bersemangat dalam melakukan aktivitas pekerjaan kita.

Minggu, 25 April 2010

Mendengarkan pelanggan

Jenderal perlu untuk membuat perkiraan yang tepat mengenai situasi musuh untuk menciptakan kondisi yang mengarah pada kemenangan - Sun Tzu

Untuk membuat perkiraan yang tepat dari situasi apapun, kita harus mengumpulkan informasi. Untuk dapat mengumpulkan informasi, kita harus mengajukan pertanyaan dan mendengarkan jawaban.

Semakin kita mendengarkan, kita dapat belajar semakin baik mengenai calon pelanggan dan semakin mudah untuk menemukan “isu yang emosional” Bukan apa yang kita katakan yang menghasilkan penjualan; melainkan apa yang dapat kita gali dari calon pelanggan.

Selamat mendengarkan pelanggan Anda

Dedy Budiman

Jumat, 23 April 2010

Dimensions of Learning



"The world we have created is a product of our thinking; it cannot be changed without changing our thinking." (Albert Einstein)


Some teachers at Kurwongbah are currently investigating the Dimensions of Learning model in their curriculum design, planning and instruction. Because Dimensions of Learning (DOL) enables us to incorporate the good strategies and approaches we are currently using it fits well within our Whole School Thinking Skills Program.

Dimensions of Learning is about thinking and student's learning. It is a planning framework that integrates the best teaching approaches, strategies and practices into one package. It can be integrated with an outcomes approach and can accommodate your current curriculum approach. The framework was developed by Dr. Robert Marzano and others and is an extension of a research-based framework on cognition and learning first developed by Marzano et al. in the US in 1988. DOL is a practical framework that teachers can use to improve the quality of teaching and learning in any KLA.

Below is an introduction to the Dimensions of Learning framework from the Dimensions of Learning Teacher's Manual:

Dimensions of Learning is a comprehensive model that uses what researchers and theorists know about learning to define the learning process. Its premise is that five types of thinking- called the five dimensions of learning, are essential to successful learning. The Dimensions framework helps teachers to:
  • maintain a focus on learning
  • study the learning process
  • plan curriculum, instruction and assessment that takes into account the five critical aspects of learning.

  1. Implicit in the Dimensions of Learning model, or framework, are five basic assumptions:
  2. Instruction must reflect the best of what we know about how learning occurs.
  3. Learning involves a complex system of interactive processes that include various types of thinking- represented by the five dimensions.
  4. Curriculum programs should include the explicit teaching of attitudes, perceptions and mental habits that facilitate learning.
  5. A comprehensive approach to instruction includes both teacher directed and student directed instruction.
  6. Assessment should focus on students' use of knowledge and complex reasoning processes rather than on their recall of information.


Dimensions of Learning Model

The five Dimensions of Learning are:

1.Attitudes and perceptions
Attitudes and perceptions affect students' abilities to learn. A key element of effective instruction is helping students establish positive attitudes and perceptions about the classroom and learning.

2.Acquire and Integrate Knowledge
Helping students acquire and facilitate new knowledge is another important aspect of learning. When students are learning new information, they must be guided in relating the new knowledge to what they already know, organising that information, and then making it a part of their long-term memory. When students are acquiring new skills and processes they must learn a model, or set of steps, then shape the skill or process to make it efficient and effective for them. They must finally internalise or practice the skill or process so they can perform it easily.
bullet

3.Extend and Refine Knowledge
Learners develop in-depth understanding through the process of extending and refining their knowledge, by making new distinctions, clearing up misconceptions and reaching conclusions. They analyse what they have learned by applying reasoning processes that will help them extend and refine the information. Some of the common reasoning processes used by learners to extend and refine their knowledge are:
  • Comparing
  • Classifying
  • Abstracting
  • Inductive reasoning
  • Deductive reasoning
  • Construction support
  • Analyzing errors
  • Analyzing perspectives
4.Use Knowledge Meaningfully
The most effective learning occurs when we use knowledge to perform meaningful tasks. Making sure that students have the opportunity to use knowledge meaningfully is one of the most important parts of planning a unit of instruction. In the DOL model there are six reasoning processes around which tasks can be constructed to encourage the meaningful use of knowledge:

  • Decision making
  • Problem solving
  • Invention
  • Experiential inquiry
  • Investigations
  • Systems analysis

5. Habits of Mind
The most effective learners have developed powerful habits of mind that enable them to think critically, think creatively and regulate their behaviour. These mental habits are:

Critical Thinking:
  • Be accurate and seek accuracy
  • Be clear and seek clarity
  • Maintain an open mind
  • Restrain impulsivity
  • Take a position when a situation warrants it
  • Respond appropriately to others' feelings and level of knowledge

Creative Thinking:
  • Perservere
  • Push the limits of your knowledge and abilities
  • Generate, trust, and maintain your own standards of evaluation
  • Generate new ways of viewing a situation that are outside the boundaries of standard conventions.

Self-regulated thinking:
  • Monitor your own thinking
  • Plan appropriately
  • Identify and use necessary resources
  • Respond appropriately to feedback
  • Evaluate the effectiveness of your actions
Marzano, Robert J., Pickering, Debra J., et al. (1997). Dimensions of Learning Teacher's Manual, 2nd ed. Aurora, Colorado: McREL, pp. 1-2, 4-6.

Kamis, 22 April 2010

Menjual = Melayani

We must be silent before we can listen.We must listen before we can learn.
We must learn before we can prepare.We must prepare before we can serve.
We must serve before we can lead.

Kata menjual (SELL) diambil dari kata bahasa Eslandia - "Selja" dan kata Anglo-saxon "Sylan" yang artinya MEMBERI atau MELAYANI.

Penjualan difokuskan pada melayani pelanggan dengan cara paling baik yang mampu kita berikan. Orang yang MELAYANI paling baik akan MENANG.

Selamat Melayani Pelanggan Anda.

Dedy Budiman

Selasa, 20 April 2010

10 Pertanyaan Yang Paling Merisaukan Kaum Wanita

Satu malam istri saya bercerita bahwa belum lama ini ia bertemu dengan beberapa tetangga kami. Dalam pembicaraan tersebut tetangga kami mengajukan pertanyaan yang sekilas mungkin merupakan pertanyaan yang biasa. Tetapi setelah pertemuan itu istri saya jadi memikirkannya dan menceritakan pengalaman yang merisaukannya tersebut kepada saya.

Dari pembicaraan kami, saya jadi memikirkan kenapa istri saya menjadi risau hanya karena beberapa pertanyaan yang diajukan oleh tetangga kami? Berdasarkan pengamatan saya, pertanyaan yang diajukan adalah pertanyaan yang umum dan mungkin juga dialami oleh wanita lain.

Berawal dari rasa penasaran mengenai hal ini akhirnya saya melakukan sebuah survey kecil kepada kurang lebih 200 orang wanita mengenai hal ini. Dalam survey tersebut saya mengajukan kuisioner kira-kira pertanyaan apa saja yang biasa diajukan oleh keluarga, saudara, teman atau tetangga yang sering membuat risau para wanita.

Dan dari sekian banyak jawaban yang diberikan, saya berhasil merangkumnya dan berikut adalah 10 Pertanyaan yang paling sering diajukan oleh keluarga, saudara, teman atau tetangga yang sering membuat risau para wanita.
1. Kapan Menikah / Kapan Punya Anak ?
2. Kamu kelihatan kurusan / gemukkan yah?
3. Umur berapa?
4. Bisa masak gak?
5. Suami kerja dimana ?
6. Anak Sekolah dimana?
7. Liburan kemana aja?
8. Kok kerjanya pulang malam ?
9. Mana yang kamu pilih Karir atau keluarga?
10. Bagaimana membagi waktu antara kerja, keluarga dan teman-teman?

Berdasarkan hasil survey ternyata inilah 10 pertanyaan yang paling membuat wanita risau dan kalau saja mereka bisa memilih, mereka tidak mau lawan bicara mereka baik wanita ataupun pria mengajukan 10 pertanyaan ini kepada mereka.

Kalau begitu apa yang bisa kita lakukan dari hasil survey singkat ini?

Berdasarkan analisa singkat saya ada 2 hal yang bisa kita lakukan :

1.Dengan mengetahui hal ini maka ketika kita berbicara dengan kaum wanita, sebaiknya kita tidak mengajukan 10 pertanyaan ini, tetapi ajukanlah pertanyaan – pertanyaan yang lebih bersifat umum dan tidak bersifat pribadi. Apabila dari awal pembicaraan saja kita sudah membuat lawan bicara kita tidak nyaman, maka akan sulit bagi kita untuk melanjutkan komunikasi ke tingkat yang lebih tinggi.Hormatilah lawan bicara Anda

2.Untuk Anda para wanita, kita tidak bisa merubah orang lain yang bisa kita lakukan adalah merubah diri kita sendiri. Perlu diketahui terkadang lawan bicara kita seringkali tidak mengerti bahwa pertanyaan yang diajukannya bisa menyinggung perasaan orang lain, hal ini bisa disebabkan oleh karena memang ia tidak tahu atau juga ia mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini hanya untuk sekedar basa-basi. Jadi kalau selanjutnya ada teman atau lawan bicara yang mengajukan ke 10 pertanyaan ini janganlah risau dan dimasukkan ke dalam hati, karena toh mereka juga tidak mengerti akan pertanyaan yang mereka ajukan dan mungkin hanya sekedar basa-basi. Andaipun pertanyaan mereka benar hendak menjatuhkan anda, abaikan saja. Karena seperti apa yang pernah dikatakan oleh MahatmaGandhi “Nobody can hurt me without my permission” Jadi mereka boleh ingin menjatuhkan Anda, tetapi kalau anda tidak mengijinkannya maka perkataan apapun tidak akan bisa membuat Anda risau.

Akhirnya semoga hasil survey ini bisa memberikan kontribusi untuk kaum wanita maupun pria di Indonesia agar bisa lebih saling menghargai satu sama lain dan bisa berkomunikasi dengan lebih baik lagi

Bertepatan dengan hari Kartini 21 April 2010, saya mengucapkan Selamat Hari Kartini untuk para wanita Indonesia.

Dedy Budiman

Rabu, 14 April 2010

Ketakutan dan ketidaktahuan

Dua musuh terbesar manusia adalah ketakutan dan ketidaktahuan.

Ketakutan berkembang dengan sendirinya.Ketakutan membuat kita meragukan potensi dan kemungkinan kita sendiri. Ketakutan menyebabkan kita mengartikan berbagai peristiwa dan keadaan secara negatif, bukan secara positif. Ketakutan diam-diam menghabisi kita jauh di dalam dan membuat kaki kita menginjak rem harapan dan cita-cita.

Ketidaktahuan sering kali menjadi dasar dari ketakutan.Ketika kita tidak mengerti sesuatu, atau tidak tahu bagaimana cara melakukan sesuatu, kita cenderung merasa canggung dan bahkan takut thd hal tsb.Banyak kegagalan dan frustasi didasari ketidaktahuan dan ketidakpastian.

Di sisi lain, semakin baik kita dalam suatu hal, semakin berkurang ketakutan terhadap hal itu. Lalu bagaimana agar kita bisa semakin baik? Mulailah dari mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan kita.

Pengetahuan dan ketrampilan akan mengusir rasa takut dan ketidaktahuan dan membuat segalanya mungkin bagi kita

Untuk itu sudah saatnya bagi kita memulai menambah pengetahuan dan ketrampilan mulai hari ini